ACEH TAMIANG – Lima bulan pasca bencana banjir, masih ditemukan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Syariah Indonesia (BSI) yang tidak berfungsi dan mati di delapan titik lokasi dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.
Hal tersebut disampaikan Branch Manager BSI Kantor Cabang (KC) Kualasimpang, M Iqbal Pulungan, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRK Aceh Tamiang, Senin (11/5/2026).
“Total ada delapan mesin ATM BSI yang belum berfungsi dan mati pasca bencana banjir November 2025 lalu. Dari 13 mesin ATM yang dikelola oleh BSI KC Kualasimpang, empat diantaranya mati dan tidak berfungsi yakni BSI di SPBU Alur Bemban, ATM di SPBU Bukit Tempurung, ATM di RSUD Muda Sedia dan SPBU Depan Polres Aceh Tamiang,” ujar Iqbal.
Iqbal menjelaskan, terkait mesin ATM yang mati dan tidak berfungsi tersebut sudah dilaporkan pihaknya ke BSI Area Lhokseumawe dan BSI Regional Aceh. Selanjutnya, BSI Regional Aceh meneruskan ke pihak vendor untuk ditindakanjuti.
Iqbal mengatakan, Mesin ATM yang mati atau tidak berfungsi akan diganti oleh pihak vendor, karena pihak vendor bertanggung jawab terhadap hal tersebut.
“Delapan ATM yang tidak berfungsi itu berada di SPBU Alur Bemban, SPBU Bukit Tempurung, RSUD Muda Sedia, Depan Polres Aceh Tamiang, Pertamina Rantau, Saqina Swalayan, SPBU Tanah Terban dan mesin ATM yang berada di Depan Batalyon Tualang Cut Kecamatan Manyak Payed,” ujar Iqbal Pulungan.
Diberitakan sebelumnya, pelayanan BSI di Kabupaten Aceh Tamiang menuai kritik. Pasalnya, sejumlah mesin ATM milik BSI di Aceh Tamiang mati dan tidak berfungsi.
Kritikan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Aceh Tamiang yang juga mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Tamiang, Suprianto.
”Masak satu pun ATM nggak ada yang aktif, seperti di Tualang Cut, di SPBU Bukit Panjang, Depan Asrama, Alur Bemban, Dekat Polres, nggak ada yang aktif. BSI seharusnya bisa memberikan pelayanan yang baik buat masyarakat, jangan cuman bisanya ngumpul uang Masyarakat aja,” ujar Suprianto.
Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung lama sejak banjir melanda Aceh Tamiang.
”Pasca bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, ATM BSI masih banyak yang belum berfungsi sehingga mengakibatkan kerugian bagi masyarakat,” kata Suprianto, yang juga menjabat sebagai Ketua IPSI Aceh Tamiang.
Suprianto juga menanyakan peran BSI untuk Aceh Tamiang pasca banjir.
”Dimana peran BSI, bangkit lebih cepat Pasca banjir?, seharusnya BSI bisa cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tanya Suprianto lagi.
”Masyarakat kecewa, BSI berikanlah pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya. []


