BANDA ACEH — Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh mendorong peran aktif para ibu dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui kegiatan Cooking Class Dapur Cerdas Inflasi, yang digelar di Hoco Coffee, Lambhuk, Banda Aceh, Senin, 10 November 2025.
Kegiatan hasil kolaborasi antara BI Aceh dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banda Aceh itu diikuti sekitar 45 peserta. Acara dibuka oleh Kepala Unit Kehumasan BI Aceh, Langitantyo Tri Gezar, bersama Ketua DWP Banda Aceh, Siti Hajar Jalal.
Sesi memasak dipandu oleh Chef Abdullah Hasan, yang memperkenalkan resep Udang Tumis Asam Sunti khas Aceh dengan bumbu lokal seperti cabai bubuk alternatif bahan masak yang dinilai hemat, bergizi, dan tahan lama.
Langit menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
“Melalui Cooking Class Dapur Cerdas Inflasi, kami ingin mengajak ibu-ibu memahami bahwa di tengah fluktuasi harga pangan, peran keluarga—terutama ibu sebagai bendahara rumah tangga—sangat penting dalam mengatur belanja secara bijak, memasak secara inovatif, dan memanfaatkan bahan pangan lokal,” ujar Langit.
Menurutnya, inflasi pangan sering dipicu oleh komoditas bergejolak seperti cabai, bawang merah, dan tomat. Karena itu, pengendalian inflasi perlu menjadi tanggung jawab bersama, termasuk melalui perubahan pola konsumsi rumah tangga.
“Cabai kering, bubuk, atau pasta bisa menjadi alternatif yang lebih hemat dan tahan lama. Saat harga cabai segar naik, penggunaan olahan ini membantu menekan permintaan sehingga harga di pasar tetap stabil,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Langit juga memperkenalkan empat langkah Belanja Bijak sebagai bagian dari edukasi pengendalian inflasi oleh Bank Indonesia.
Pertama, Bijak Membeli: membeli sesuai kebutuhan agar terhindar dari pemborosan. Kedua, Bijak Memilih: mengutamakan bahan pangan lokal dan produk olahan yang awet serta hemat.
Kemudian ketiga, Bijak Konsumsi: menghindari pemborosan makanan dan meminimalkan food waste, dan keempat Bijak Bertransaksi: menumbuhkan semangat Cinta, Bangga, Paham Rupiah serta membiasakan transaksi non-tunai menggunakan QRIS yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (Cemumuah).
Melalui program Dapur Cerdas Inflasi, BI Aceh berharap kesadaran masyarakat terhadap pengendalian inflasi semakin meningkat.
“Inflasi bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita bersama. Peran ibu di dapur adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi ekonomi daerah,” ujar Langit.
Ketua DWP Banda Aceh, Siti Hajar Jalal, mengapresiasi inisiatif BI Aceh dalam memberikan edukasi dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Ini memberi motivasi bagi ibu-ibu untuk tetap bisa menyajikan masakan lezat, sekaligus berperan menjaga kestabilan ekonomi keluarga,” tuturnya. []
Lewat Cooking Class, BI Aceh Dorong Peran Ibu Kendalikan Inflasi


