Afghanistan Diguncang Gempa Dahsyat, 800 Orang Tewas

KABUL – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah timur Afghanistan pada Senin dini hari, 1 September 2025. Sedikitnya 800 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 1.500 lainnya luka-luka.

Laporan Khaama Press menyebutkan bahwa distrik Nur Gul, Soki, Watpur, Manogi, dan Chapa Dara di Provinsi Kunar menjadi wilayah terdampak paling parah. Sementara itu, sembilan korban tewas dilaporkan di Provinsi Nangarhar.

“Seluruh desa yang dibangun dari lumpur dan batu rapuh runtuh. Longsor memutus akses jalan dan menghambat komunikasi,” kata seorang pejabat lokal, dikutip dari TRT. Dia menyerukan bantuan internasional segera dikirimkan ke lokasi bencana.

Baca juga:  Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

Upaya penyelamatan hingga kini masih menghadapi hambatan besar. Medan pegunungan dan rusaknya infrastruktur menghalangi laju tim SAR menuju lokasi terdampak. Tim penyelamat yang dibantu helikopter telah dikerahkan, namun akses ke desa-desa terisolasi masih terbatas.

Sejumlah gempa susulan memperburuk situasi. Setelah guncangan utama, tercatat gempa magnitudo 4,7, 4,3, dan 5,0 terjadi dengan kedalaman bervariasi hingga 140 kilometer.

Getaran turut dirasakan hingga ke Pakistan. Media Dawn melaporkan guncangan terasa di beberapa wilayah Khyber Pakhtunkhwa dan Punjab. Namun, belum ada laporan korban jiwa dari negara tetangga tersebut.

Baca juga:  62.500 Orang Kunjungi IKN Saat Libur Lebaran

Palang Merah Internasional menyebut Afghanistan sebagai salah satu negara dengan risiko seismik tertinggi. Wilayah ini berada di pertemuan lempeng tektonik India dan Eurasia, menjadikan kawasan pegunungan Hindu Kush sangat rawan gempa.

“Bencana ini kembali menegaskan kerentanan Afghanistan terhadap gempa bumi, terutama di wilayah-wilayah terpencil,” tulis Palang Merah dalam keterangannya.

Gempa kali ini terjadi kurang dari dua tahun setelah gempa besar sebelumnya yang juga menewaskan ribuan orang. Rentetan bencana tersebut menunjukkan betapa rawannya Afghanistan terhadap ancaman seismik yang berulang. []

Berita Populer

Berita Terkait