JAKARTA – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai 65,4 persen. Temuan tersebut terungkap dalam survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI).
“Jika digabungkan yang sangat puas dengan yang puas, totalnya ada 65,4 persen. Sementara itu, sekitar 32,5 persen menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas terhadap kinerja pemerintahan secara umum. Adapun yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 2,1 persen,” kata Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno, Minggu (18/10/2026).
Dalam survei tersebut, sebanyak 67 persen responden menyatakan optimistis bahwa pemerintah mampu menjalankan kewajibannya dengan baik.
Sementara itu, tingkat kepuasan masyarakat secara khusus terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 65,2 persen. Angka tersebut terdiri atas 62,3 persen responden yang menyatakan puas dan 2,9 persen yang menyatakan sangat puas.
PPI juga memetakan sejumlah program pemerintah yang mendapat penilaian positif dari masyarakat.
Bantuan sosial (bansos) menempati posisi teratas sebagai program yang dinilai paling baik. Posisi kedua ditempati Sekolah Rakyat, disusul Makan Bergizi Gratis (MBG) di urutan ketiga.
Selanjutnya, program sekolah gratis hingga perguruan tinggi berada di urutan keempat, sedangkan pemeriksaan kesehatan gratis menempati posisi kelima.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa program yang berkaitan dengan bantuan sosial, pendidikan, pemenuhan gizi, dan layanan kesehatan menjadi sejumlah kebijakan pemerintah yang mendapat apresiasi dari masyarakat.
Selain menilai program pemerintah, PPI juga merilis hasil penilaian publik terhadap menteri atau pejabat negara dengan kinerja terbaik.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati urutan pertama. Penilaian positif terhadap Amran berkaitan dengan upayanya mewujudkan swasembada pangan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berada di posisi kedua dengan penilaian bahwa dirinya sedikit berbicara, tetapi banyak bekerja.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menempati urutan ketiga. Penilaian terhadap Erick berkaitan dengan perkembangan positif tim nasional sepak bola Indonesia.
Survei PPI dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 desa/kelurahan, dan 120 rumah tangga yang dipilih secara acak.
Responden merupakan penduduk berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,83 persen.[]


