JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama bagi Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Generasi muda memiliki posisi strategis karena merekalah yang akan mengisi berbagai ruang kepemimpinan dan pembangunan Indonesia di masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Menko AHY saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Mengangkat tema “Menyiapkan Generasi Muda, Membangun Masa Depan Bangsa”, Menko AHY mengajak mahasiswa memahami berbagai perubahan yang terjadi di dunia sekaligus melihat peluang Indonesia untuk menjadi negara maju. Dalam pemaparannya, ia membagi pembahasan dalam tiga agenda utama, yakni kondisi dunia hari ini, Indonesia Emas 2045: tantangan dan peluang, serta menjadi pemimpin masa depan.
Menurut Menko AHY, dunia saat ini menghadapi perubahan yang berlangsung semakin cepat. Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, transformasi ekonomi, dinamika geopolitik, serta berbagai tantangan sosial dan lingkungan menciptakan kondisi penuh ketidakpastian. Perubahan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi generasi muda.
Di tengah kondisi tersebut, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan transformasi ekonomi nasional melalui sejumlah sektor strategis, antara lain hilirisasi industri, ekonomi digital, ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi kreatif. Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan SDM yang berkualitas.
“Kita membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga produktif, inovatif, mampu beradaptasi, dan memiliki kepemimpinan,” ujar Menko AHY.
Ia menjelaskan, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perkembangan teknologi dan inovasi, tata kelola pemerintahan, iklim investasi dan kepercayaan internasional, kesenjangan sosial ekonomi dan ketimpangan antarwilayah, lapangan pekerjaan dan daya beli, hingga kualitas SDM.
Karena itu, Menko AHY menekankan Indonesia Emas 2045 tidak hanya berbicara mengenai capaian ekonomi, tetapi juga kualitas manusia yang akan mengisi dan menggerakkan pembangunan Indonesia.
“Pada akhirnya, kita berbicara tentang manusia. SDM yang berkualitas adalah fondasi untuk meningkatkan produktivitas, melahirkan inovasi, dan membawa Indonesia menjadi negara yang semakin maju,” tuturnya.
Kepada mahasiswa baru UPN “Veteran” Jakarta, Menko AHY berpesan agar masa pendidikan tinggi dimanfaatkan untuk memperkuat kompetensi sekaligus membangun karakter. Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tempat membentuk cara berpikir, karakter, kepedulian, dan kepemimpinan.
Menurutnya, kepemimpinan tidak harus dimulai dengan menduduki jabatan tertentu. Kepemimpinan dapat dibangun sejak dari lingkungan terdekat melalui keberanian mengambil inisiatif, kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab, serta kemauan menjadi teladan dan menginspirasi orang lain.
“Pada akhirnya, kita semua ikut menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, mulai hari ini siapkan diri untuk menjadi bagian dari perjalanan bangsa,” ujar Menko AHY.
Menko AHY juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut menghadapi ketidakpastian. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan dunia kerja, dan transformasi ekonomi harus dipandang sebagai kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Jangan melihat perubahan sebagai ancaman semata. Perubahan harus kita jadikan kesempatan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, dan menjadi lebih baik,” tutur Menko AHY.
Selain kemampuan beradaptasi, ia menilai semangat kolaborasi menjadi kemampuan penting bagi generasi muda. Perbedaan latar belakang dan perspektif perlu menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan dan solusi yang lebih baik.
Menko AHY juga mengajak mahasiswa peka terhadap persoalan di sekitar dan mampu menghubungkan ilmu yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, pengabdian kepada bangsa tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat dilakukan melalui tindakan sederhana yang konsisten dan memberikan manfaat.
“Gunakan ilmu pengetahuan yang kalian miliki untuk memberikan manfaat. Jangan hanya bertanya apa yang bisa kita dapatkan dari Indonesia, tetapi juga apa yang bisa kita berikan untuk Indonesia,” pesan Menko AHY.
“Menjadi bagian dari solusi bisa dimulai dari langkah kecil. Yang penting ada niat, ada keberanian untuk memulai, dan ada konsistensi untuk memberikan manfaat,” ujarnya.
Menutup pembekalannya, Menko AHY berharap mahasiswa baru UPN “Veteran” Jakarta dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Kenali diri kalian, bangun karakter, kuasai kompetensi, pimpin lingkungan, dan abdikan diri untuk Indonesia,” pungkas Menko AHY.
Pada kesempatan ini, Menko AHY didampingi Staf Khusus Menko, Merry Riana; Staf Khusus Menteri PU, Ahmad Khoiruk Umam; Tenaga Ahli Menko, Andi dan Rio Neswan.[]


