Sering Dianggap Sepele, Kebiasaan Makan Ini Diam-Diam Membebani Ginjal

JAKARTA – Saat merancang target hidup sehat, kebanyakan orang cenderung memprioritaskan hal-hal yang langsung terasa dampaknya. Mulai dari mengejar 10 ribu langkah sehari, memantau asupan protein, hingga menjaga jam tidur.

Sayangnya, organ vital yang bekerja paling keras justru sering luput dari perhatian. Di dalam rongga perut, ada sepasang ginjal seukuran kepalan tangan yang bekerja tanpa henti menyaring limbah dan kelebihan cairan tubuh.

Pakar nefrologi mengingatkan bahwa penyakit ginjal sering kali dijuluki sebagai ‘silent killer’ alias pembunuh diam-diam. Saat gejalanya baru terasa, kerusakan pada ginjal biasanya sudah terlanjur parah.

Baca juga:  Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Teknologi Satelit dan AI

“Penyakit ginjal adalah pembunuh diam-diam, sehingga banyak orang tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit ginjal sampai mereka berada pada stadium lanjut,” ujar dokter spesialis nefrologi dari Cook County Health, dr Kalyani Perumal, MD, dikutip dari Parade.

Lantas, apa kebiasaan harian nomor satu yang paling memicu kerusakan ginjal tersebut?

Kebiasaan Makan ‘Fast Food’ dan Asupan Garam Berlebih

Para dokter spesialis ginjal sepakat, kebiasaan harian yang paling merusak organ ini adalah pola makan yang buruk. Khususnya, konsumsi makanan cepat saji (fast food), makanan tinggi garam (natrium), dan bahan pangan olahan berlebih (ultra-processed foods).

Baca juga:  DLH Aceh Besar Gelar FGD Penjaringan Isu Lingkungan untuk Penyusunan RPPLH

dr Perumal menjelaskan bahwa kebiasaan buruk ini sering kali terbentuk sejak usia muda dan terus terbawa hingga dewasa.

“Sebagai anak-anak dan remaja, kita terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji karena jadwal sekolah yang sibuk, masa-masa kuliah yang penuh tekanan, banyaknya kegiatan, serta kehidupan sosial yang aktif. Hal ini menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan,” terang dr Perumal.

Dampaknya baru akan terasa di masa depan. Pola makan tidak sehat ini memicu obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, hingga kolesterol tinggi pada usia dewasa-yang seluruhnya merupakan faktor risiko utama pemicu kerusakan ginjal.[]

Berita Populer

Berita Terkait