Spanyol Larang Burqa dan Niqab, Aturan Berlaku di Sejumlah Tempat Umum

MADRID – Pemerintah kota Lleida di Spanyol menyetujui larangan penggunaan penutup wajah penuh di sebagian besar tempat umum pada Jumat (25/9). Langkah yang tergolong langka ini menargetkan burqa dan niqab yang dikenakan sebagian perempuan Muslim di negara tersebut.

Berbeda dengan negara-negara tetangga di kawasan Eropa, seperti Prancis, Portugal, atau Belgia, seperti dilansir AFP, Sabtu (26/9/2026), Spanyol tidak memiliki undang-undang nasional yang melarang atau membatasi penggunaan pakaian yang dikenakan perempuan Muslim.

Kota Lleida, yang berpenduduk sekitar 150.000 jiwa, terletak di wilayah timur laut Catalonia, yang berjarak sekitar 150 kilometer di sebelah barat Barcelona.

Otoritas kota Lleida melarang penggunaan cadar yang menutup wajah sepenuhnya di sejumlah tempat umum pada tahun 2010, yang merupakan langkah pertama semacam itu di Spanyol.

Baca juga:  Menpora Apresiasi Raihan Emas Tim Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026

ktu setempat, pemungutan suara saat rapat dewan kota Lleida menunjukkan hasil 16 suara, melawan 11 suara, yang mendukung amandemen aturan daerah yang telah disusun, dengan tujuan menghindari hambatan hukum serupa.

Aturan baru tersebut mencakup larangan untuk “berada atau bergerak di tempat-tempat umum dengan mengenakan benda atau elemen yang menutupi wajah sepenuhnya”, tanpa secara eksplisit menyebutkan burqa atau niqab.

Burqa merupakan pakaian terusan yang menutupi seluruh kepala dan tubuh, sedangkan niqab merupakan cadar penutup wajah yang membiarkan bagian mata tetap terlihat.

Baca juga:  Wagub Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Disebutkan otoritas kota Lleida bahwa aturan baru ini memberikan “pengecualian terkait kasus-kasus yang melibatkan pelaksanaan hak-hak dasar, tempat ibadah, dan ruang atau situasi di mana kebiasaan tersebut dapat diterima secara sosial”.

Para pelanggar aturan baru ini akan dikenai hukuman denda, namun besarnya belum diumumkan.

Menurut otoritas kota Lleida, Partai Sosialis Catalonia menjalin aliansi yang tidak lazim dengan kelompok sayap kanan jauh Vox dan kelompok separatis Catalonia, Junts, untuk mengesahkan aturan baru tersebut.

“Hidup berdampingan berarti saling menghormati, dan saling menghormati juga berarti mematuhi aturan,” kata Wali Kota Lleida, Felix Larrosa, dari Partai Sosialis saat berbicara di hadapan dewan kota.[]

Berita Populer

Berita Terkait