JAKARTA – Raffi Ahmad baru-baru ini mengungkap alasan dirinya menjalani operasi setelah ditemukan benjolan di area bahu kiri. Dari hasil pemeriksaan, benjolan tersebut diduga mengarah pada lipoma, kista, atau benjolan jinak lainnya.
Melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (3/6/2026), Raffi juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat agar tidak mengabaikan benjolan yang muncul di tubuh, terutama jika ukurannya terus membesar atau mengalami perubahan. Kasus yang dialaminya menjadi pengingat bahwa setiap benjolan perlu mendapat perhatian, meski tidak selalu berbahaya.
Benjolan di bahu Raffi diketahui berukuran sekitar 5 hingga 6 sentimeter dan akhirnya ditangani melalui tindakan operasi.
Melansir Cleveland Clinic, benjolan di bawah kulit dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Salah satunya adalah lipoma, yakni benjolan yang terbentuk dari jaringan lemak dan tumbuh tepat di bawah permukaan kulit.

Lipoma umumnya bersifat jinak, terasa lunak, mudah digerakkan saat disentuh, dan sering kali tidak menimbulkan rasa nyeri. Meski demikian, tenaga kesehatan tetap menyarankan agar setiap benjolan diperiksakan untuk memastikan penyebabnya.
Pemeriksaan penting dilakukan guna menyingkirkan kemungkinan kondisi lain yang memiliki gejala serupa, termasuk liposarkoma atau kanker jaringan lemak. Karena itu, seseorang tidak dianjurkan menebak sendiri jenis benjolan yang dimiliki tanpa pemeriksaan medis.
Mengutip Medical News Today, sebagian besar lipoma tidak berbahaya dan tidak membutuhkan pengobatan. Banyak orang bahkan hidup dengan lipoma tanpa menyadarinya karena benjolan tersebut tidak menimbulkan keluhan. Namun, kondisi ini tetap perlu dipantau secara berkala.
Bagaimana Dokter Memastikan Jenis Benjolan?
Dokter biasanya dapat mengenali lipoma melalui pemeriksaan fisik dengan melihat dan meraba benjolan. Namun, pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan jika ukuran benjolan cukup besar, terasa nyeri, berada di jaringan yang lebih dalam, atau memiliki karakteristik yang tidak biasa.
Pemeriksaan lanjutan dapat berupa USG, CT scan, MRI, maupun biopsi. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari benjolan untuk diperiksa di laboratorium. Tujuannya adalah memastikan apakah benjolan tersebut benar merupakan lipoma atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan berbeda.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Setiap orang dianjurkan memeriksakan diri apabila menemukan benjolan baru di bawah kulit. Langkah ini penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan menghindari keterlambatan penanganan apabila terdapat masalah kesehatan lain.
Selain itu, konsultasi medis perlu segera dilakukan apabila benjolan:
- Terus membesar dalam waktu singkat.
- Menimbulkan rasa nyeri.
- Terasa keras saat disentuh.
- Sulit digerakkan.
- Menyebabkan perubahan pada kulit di sekitarnya.
- Mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam unggahannya, Raffi Ahmad juga menyampaikan pesan serupa kepada masyarakat.
“Yang terpenting, jangan pernah menganggap remeh benjolan yang terus membesar atau berubah. Pemeriksaan sejak dini jauh lebih baik daripada menunggu sampai menimbulkan masalah yang lebih besar,” tulis Raffi.
Kasus yang dialaminya menunjukkan bahwa benjolan tidak selalu berbahaya. Namun, memeriksakannya sejak awal tetap menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.[]



