MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali memerintahkan penambahan jumlah personel militer negaranya di tengah perang yang masih berlangsung di Ukraina.
Dilansir AFP, Selasa (29/9/2026), Putin menandatangani dekrit pada Senin (28/9) yang memerintahkan penambahan jumlah personel militer Rusia sebanyak 15.500 orang. Ini menjadi perintah keempat serupa yang dikeluarkan Putin sepanjang tahun ini.
Perintah tersebut dikeluarkan ketika jumlah korban jiwa akibat perang, baik dari pihak Rusia maupun Ukraina, terus meningkat. Perang Rusia-Ukraina sendiri telah berlangsung lebih dari 4,5 tahun.
Dekrit yang ditandatangani Putin tidak mencantumkan alasan di balik keputusan untuk menambah jumlah personel militer Rusia.
“Jumlah personel resmi Angkatan Bersenjata Rusia ditetapkan sebanyak 2.441.630 orang, termasuk 1.550.500 personel militer,” demikian bunyi dekrit tersebut.
Putin Nyatakan Tak Akan Perang dengan Eropa
Sebelumnya, Putin menegaskan bahwa Rusia tidak sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi konflik “apa pun” dengan Eropa. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menepis peringatan sejumlah negara anggota aliansi NATO di Eropa mengenai potensi serangan Rusia terhadap wilayah mereka.
Dilansir AFP, Putin menyatakan Moskow “tidak memiliki motif nyata” untuk meningkatkan ketegangan. Ia juga mengkritik negara-negara Eropa yang memiliki pandangan berbeda.
“Banyak pihak di Eropa berbicara tentang kemungkinan serangan dari Rusia dan oleh karenanya meyakini bahwa mereka harus bersiap menghadapi permusuhan atau perang melawan Rusia,” kata Putin saat berbicara kepada wartawan di Saint Petersburg pada Jumat (25/9) waktu setempat.
“Saya ingin menegaskan kembali: kami tidak sedang bersiap untuk permusuhan apa pun dengan Eropa,” tegas Putin.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah sekutu Ukraina di Eropa menyatakan kekhawatiran mengenai potensi serangan terselubung Rusia di wilayah mereka. Awal September, Jerman menuduh Rusia merencanakan serangan drone di Bandara Leipzig pada Agustus lalu.
Sementara itu, Polandia memperingatkan bahwa Moskow dapat meluncurkan drone dan rudal ke negara-negara yang mendukung Ukraina.
Putin juga mengatakan Moskow tengah mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan perundingan damai dengan Kyiv, menyusul serangkaian serangan Ukraina terhadap wilayah Rusia.
“Mengenai usulan untuk melanjutkan negosiasi, iya, semua opsi itu tersedia dan semuanya mungkin saja dilakukan. Namun, setelah segala tindakan yang mereka lakukan, kami akan mempertimbangkan dengan cermat langkah apa yang perlu kami ambil sebagai tanggapan,” ujar Putin. []


