Nezar Patria: Festival Film Keluarga Bisa Jadi Model Baru Sosialisasi PP TUNAS

JAKARTA – Penyelenggaraan festival film keluarga dapat menjadi model baru dalam menyosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan, pendekatan kreatif melalui karya audiovisual lebih mudah diterima masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem konten digital yang aman bagi anak.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Netflix atas penyelenggaraan World of Wonder. Kegiatan seperti ini sangat baik dan sejalan dengan semangat PP TUNAS, terutama dalam menghadirkan pengalaman digital yang aman bagi anak melalui penerapan pembatasan usia dan penyediaan konten yang sesuai,” ujarnya usai menghadiri Netflix Family Festival 2026 di Jakarta, Sabtu (11/07/2026).

Nezar menilai kepatuhan terhadap PP TUNAS tidak hanya diwujudkan melalui penguatan fitur keamanan pada platform digital, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang mengajak masyarakat memahami pentingnya pelindungan anak di ruang digital.

“Netflix mendekati regulasi ini secara kreatif dan inovatif. Selain menghadirkan fitur pelindungan anak, mereka juga membuka ruang bagi para kreator untuk menghasilkan konten yang aman, sehat, edukatif, dan inspiratif. Pendekatan seperti ini membuat pesan pelindungan anak lebih mudah dipahami masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga:  Honai Belajar di Waa Banti Jadi Tempat Anak-anak Mengulang Pelajaran, Warga Berharap Kegiatan Terus Berlanjut

Dalam festival tersebut, Netflix juga menghadirkan pemutaran film karya sineas Indonesia serta berbagai aktivitas edukatif yang melibatkan keluarga, anak-anak, dan pelaku industri kreatif.

Nezar menilai kolaborasi semacam ini layak menjadi contoh bagi penyelenggara sistem elektronik lainnya.

“Kegiatan seperti ini bisa menjadi model sosialisasi PP TUNAS. Pesan tentang perlindungan anak tidak hanya disampaikan melalui regulasi, tetapi juga melalui pengalaman yang menyenangkan, melibatkan keluarga, kreator, dan industri secara bersamaan,” jelasnya.

Menurut Nezar, pemerintah terus mendorong setiap penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga berkontribusi membangun budaya digital yang sehat melalui inovasi dan kolaborasi.

Baca juga:  Sebagai Pejabat Baru, Kapolda Aceh Berkunjung dan Silaturahmi ke Kejati Aceh

Ia menyatakan implementasi PP TUNAS hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang positif.

Berbagai platform digital telah menghadirkan fitur-fitur pelindungan anak, termasuk akun khusus anak, kontrol orang tua, serta mekanisme pembatasan akses sesuai kelompok usia.

“Kami berterima kasih kepada seluruh platform yang bersikap kolaboratif. Saat ini berbagai platform media sosial maupun layanan digital sudah menyediakan fitur-fitur khusus untuk anak dan mulai memperkuat pembatasan akses berdasarkan usia,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan setiap platform memenuhi ketentuan yang diatur dalam PP TUNAS sekaligus meningkatkan kualitas pelindungan anak di ruang digital.

“Kami berharap evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat terus meningkatkan kinerja setiap platform sehingga pelindungan anak di ruang digital semakin efektif. Yang terpenting, semangat PP TUNAS menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, penyelenggara sistem elektronik, industri kreatif, dan masyarakat,” pungkasnya.[]

Berita Populer

Berita Terkait