JAKARTA – Minuman matcha banyak dikonsumsi karena kandungan antioksidannya dan efeknya yang dianggap dapat membantu tubuh lebih rileks. Belakangan, matcha juga disebut berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan rambut.
Sejumlah ahli menilai kandungan tertentu dalam matcha memiliki mekanisme yang secara teori dapat mendukung pertumbuhan rambut dan menjaga kesehatan kulit kepala. Namun, manfaat tersebut belum dapat disamakan dengan bukti ilmiah bahwa konsumsi matcha mampu mengatasi kerontokan rambut.
Dokter spesialis transplantasi rambut Ross Kopelman dan ahli diet terdaftar yang berfokus pada nutrisi serta kesehatan rambut, Jennifer Pallian, menjelaskan hubungan antara matcha dan kesehatan rambut.
EGCG dalam Matcha Berpotensi Mendukung Pertumbuhan Rambut
Salah satu kandungan matcha yang menjadi perhatian adalah epigallocatechin gallate (EGCG), yaitu antioksidan dari kelompok katekin. Menurut Kopelman, EGCG merupakan salah satu komponen matcha yang menarik untuk dikaji dalam kaitannya dengan kesehatan rambut.
Penelitian di laboratorium menunjukkan senyawa tersebut berpotensi membantu mempertahankan fase pertumbuhan rambut atau anagen, sekaligus melindungi folikel dari stres oksidatif.
“Dalam penelitian laboratorium, EGCG terbukti dapat mendorong fase pertumbuhan folikel rambut dan melindunginya dari stres oksidatif, yang merupakan salah satu faktor penyebab pengecilan folikel pada kerontokan rambut berpola,” ujar Kopelman, seperti dikutip dari HOLA!, Rabu (14/10/2026).
Pallian menambahkan, EGCG bekerja melalui beberapa mekanisme. Senyawa tersebut disebut dapat mendukung pertumbuhan sel papila dermal, meningkatkan pertahanan antioksidan, serta membantu mempertahankan kelangsungan hidup dan pertumbuhan folikel rambut.
EGCG juga diketahui memiliki aktivitas penghambatan terhadap enzim 5α-reduktase, yaitu enzim yang mengubah testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT). Hormon DHT berperan dalam androgenetic alopecia, yakni kerontokan rambut berpola yang berkaitan dengan faktor genetik dan hormon.
L-theanine dalam Matcha Berpotensi Membantu Mengelola Stres
Selain EGCG, kandungan lain dalam matcha yang menjadi perhatian adalah L-theanine. Senyawa ini dikaitkan dengan efek relaksasi yang berpotensi membantu mengurangi dampak stres terhadap rambut.
Kopelman mengatakan stres merupakan salah satu pemicu kerontokan rambut yang cukup sering ditemuinya pada pasien. Menurutnya, L-theanine dalam matcha dapat membantu tubuh lebih rileks dan berpotensi memengaruhi kadar kortisol, hormon yang berkaitan dengan respons stres.
“Matcha mengandung L-theanine yang dapat membantu relaksasi dan menurunkan kadar kortisol. Efek menenangkan ini secara tidak langsung dapat membantu menstabilkan siklus pertumbuhan rambut,” ungkap Kopelman.
Pallian menjelaskan bahwa hubungan antara stres dan kerontokan rambut memiliki dasar biologis. Stres kronis dapat memengaruhi aktivitas sel punca folikel, mengganggu lingkungan folikel rambut, serta memicu peradangan.
Menurutnya, kombinasi L-theanine dan EGCG berpotensi membantu meredam respons tubuh terhadap stres sehingga dapat mendukung kesehatan rambut. Meski demikian, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya pada manusia.
Bukti Manfaat Matcha untuk Rambut Masih Terbatas
Meski hasil penelitian di laboratorium terlihat menjanjikan, bukti klinis pada manusia masih terbatas. Kopelman mengatakan belum menemukan uji klinis berkualitas tinggi yang secara langsung membuktikan bahwa konsumsi matcha setiap hari dapat meningkatkan kepadatan atau ketebalan rambut.
“Sejauh ini, saya belum melihat uji klinis berkualitas tinggi yang secara langsung menghubungkan konsumsi matcha setiap hari dengan perubahan yang terukur pada kepadatan atau ketebalan rambut,” pungkasnya.
Pallian menyebut terdapat penelitian tidak langsung yang menunjukkan potensi manfaat ekstrak teh hijau terhadap kesehatan rambut. Namun, karena matcha belum diteliti secara khusus dalam konteks tersebut, hasil penelitian itu belum dapat dijadikan bukti bahwa mengonsumsi matcha mampu mengatasi kerontokan rambut.
Kopelman juga menegaskan bahwa matcha bukan pengganti perawatan rambut rontok yang telah terbukti secara klinis.
“Saya tidak menganggap matcha sebagai pengganti pengobatan yang telah terbukti seperti finasteride atau minoxidil, tetapi saya melihatnya sebagai pelengkap yang berpotensi mendukung kesehatan rambut dan mudah dimasukkan ke dalam gaya hidup,” tandasnya.
Dengan demikian, matcha berpotensi menjadi bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan rambut. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti klinis yang cukup kuat untuk menjadikannya sebagai solusi utama dalam mengatasi kerontokan rambut. Jika kerontokan berlangsung terus-menerus atau semakin parah, pemeriksaan oleh dokter dapat membantu menentukan penyebab dan perawatan yang sesuai.[]


