Hampir 6 Ribu Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diimbau Jaga Kesehatan

JEDDAH — Jamaah haji Indonesia gelombang pertama sudah tiba Madinah Arab Saudi. Selama berada di Tanah Suci, jamaah diminta untuk membatasi pergerakan dan mengurangi aktivitas yang tidak perlu demi menjaga kondisi kesehatan.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Yusron B. Ambary, menyampaikan bahwa sebagian besar jamaah haji Indonesia merupakan lanjut usia. Karena itu, ia mengingatkan agar jamaah tidak memaksakan diri dalam beribadah apabila kondisi tubuh sedang tidak fit.

“Jamaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi fisik yang prima sangat diperlukan agar jamaah dapat menjalani puncak ibadah haji pada Mei mendatang dengan baik.

Pada hari pertama kedatangan, hampir 6.000 jamaah haji Indonesia dijadwalkan mendarat melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah. Berdasarkan data, sebanyak 5.997 jamaah yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) tiba secara bertahap hingga pukul 22.55 waktu Arab Saudi.

Baca juga:  Capella Honda Racing Team Ukir Prestasi di AHDC 2026, Abdul Malik Juara

Jamaah tersebut berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia, di antaranya Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar.

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, juga mengimbau jamaah untuk mewaspadai perubahan cuaca di Madinah dengan menggunakan alat pelindung diri.

“jamaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit,” katanya, Kamis (23/4).

Ia juga menyarankan penggunaan tabir surya (sunscreen) dan pelembap bibir guna menjaga kondisi tubuh dari paparan cuaca panas.

Di sisi lain, kebahagiaan turut dirasakan oleh jamaah dari lima kloter pertama yang mendapatkan fasilitas hotel dengan jarak sangat dekat ke Masjid Nabawi. Jarak penginapan ke masjid hanya sekitar 50 meter, memudahkan jamaah—terutama lansia dan penyandang disabilitas—untuk beribadah dan berziarah, termasuk ke Raudhah.

Baca juga:  Rooney Geram, Fans Arsenal Dinilai Lebih Banyak Mengkritik

Lebih dari 2.500 jamaah disebut mendapatkan fasilitas hotel yang berdekatan dengan pintu 330 Masjid Nabawi, sehingga akses menuju area ibadah menjadi lebih mudah.

Selain itu, pelayanan haji tahun ini juga mengalami perubahan, salah satunya terkait kartu Nusuk. Jika sebelumnya dibagikan di Arab Saudi, kini kartu tersebut telah diberikan sejak di Tanah Air. Setibanya di hotel, pihak syarikah hanya memberikan sosialisasi terkait penggunaan kartu tersebut.

Dengan berbagai kemudahan dan imbauan yang diberikan, diharapkan jamaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tetap menjaga kesehatan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.[]

Berita Populer

Berita Terkait