IRGC Tegaskan Kesetiaan kepada Sayyed Mojtaba Khamenei hingga Napas Terakhir

JAKARTA – Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa pasukannya akan terus mempertahankan keamanan, kemerdekaan, dan martabat nasional Iran.

Ia menyebut pesan terbaru Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei, sebagai peta jalan perjuangan melawan agresi Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang ditujukan kepada Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran, komandan IRGC menyatakan bahwa pesan Ayatollah Khamenei, yang menyinggung prosesi pemakaman bersejarah seorang komandan yang gugur serta pencapaian bangsa Iran, merupakan deklarasi tentang kehormatan, kekuatan, dan semangat perlawanan.

Menurutnya, pesan tersebut juga “mengungkap wajah asli musuh kriminal Amerika, menerangi jalan ke depan, serta menjelaskan tugas bersejarah seluruh pihak yang mengabdi kepada Revolusi, khususnya para pejuang Islam, dalam menjaga Islam, Iran, dan Revolusi Islam.”

Komandan IRGC mengatakan seluruh personel memandang pesan tersebut sebagai “perintah yang efektif, perjanjian ilahi, dan peta jalan yang jelas” untuk melanjutkan misi menjaga martabat serta kemerdekaan Iran.

“Dengan segenap jiwa, bersama bangsa Iran, kami menyerukan ‘Labbaik Ya Khamenei’ (Kami siap mengabdi kepadamu, wahai Khamenei) dari lubuk hati kami,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

IRGC Tegaskan Perlawanan dan Kesiapan

Komandan IRGC menegaskan pasukannya akan terus menjaga keamanan, kemerdekaan, martabat, dan kemajuan Iran melalui keimanan, ketakwaan kepada Tuhan, kemandirian, kekuatan nasional, serta kepatuhan terhadap prinsip Wilayah al-Faqih (kepemimpinan ulama).

“Dengan segenap jiwa, bersama bangsa Iran, kami menyerukan ‘Labbaik Ya Khamenei’ (Kami siap mengabdi kepadamu, wahai Khamenei) dari lubuk hati kami,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Baca juga:  4 Pengurus Forum Pimred Propinsi Resmi di Lantik di Sela Anugerah Pena Emas dan Award 2026

IRGC Tegaskan Perlawanan dan Kesiapan

Komandan IRGC menegaskan pasukannya akan terus menjaga keamanan, kemerdekaan, martabat, dan kemajuan Iran melalui keimanan, ketakwaan kepada Tuhan, kemandirian, kekuatan nasional, serta kepatuhan terhadap prinsip Wilayah al-Faqih (kepemimpinan ulama).

IRGC juga menegaskan bahwa memperkuat kemampuan pertahanan, menjaga kesiapan tempur, meningkatkan daya tangkal, memperkuat kemampuan intelijen, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mempertahankan inisiatif di berbagai bidang merupakan tugas yang harus terus dijalankan.

“Kami tidak akan membiarkan diri kami lengah atau ragu sedikit pun,” katanya.

Janji Beri “Pelajaran yang Tak Terlupakan”

Komandan IRGC juga menyatakan bahwa setelah Amerika Serikat kembali memilih “jalan yang salah, agresi, dan petualangan militer”, pasukannya tetap berkomitmen memberikan “pelajaran yang tak terlupakan” sebagaimana telah diperingatkan Ayatollah Khamenei.

Menurutnya, pelajaran tersebut akan mencegah setiap agresor mengulangi kesalahan, mematahkan ambisi pihak-pihak yang ingin menyerang Iran, mencatatkan keteguhan bangsa Iran dalam sejarah, serta membuka jalan bagi tegaknya keadilan bagi kaum tertindas di dunia.

Pernyataan itu juga menekankan pentingnya persatuan nasional. IRGC bersama angkatan bersenjata lainnya menganggap menjaga kohesi sosial, memperkuat persatuan dalam negeri, melindungi modal sosial Revolusi Islam, serta mencegah infiltrasi musuh sebagai bagian dari tanggung jawab utama dalam mempertahankan revolusi.

Menurut IRGC, kekuatan pertahanan Iran akan tetap kokoh dan efektif selama didukung persatuan nasional.

Berkomitmen hingga Napas Terakhir

Menutup pernyataannya, komandan IRGC menegaskan bahwa pasukannya akan terus mengikuti jalan Imam Khomeini dan arahan para pemimpin Revolusi Islam, dengan mengambil inspirasi dari pengorbanan para syuhada serta tetap berpegang teguh pada petunjuk Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei.

Baca juga:  24 Pemain LaLiga Warnai Partai Final Piala Dunia 2026, Siapa Jadi Juara?

Ia menyebut para anggota IRGC sebagai “pasukan hijau penjaga kepemimpinan” yang akan tetap menjadi benteng keamanan bangsa, penjaga kemerdekaan Iran, pelindung martabat Republik Islam Iran, serta pembela cita-cita Revolusi Islam.

Komitmen tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk “Labbaik” yang lahir dari keimanan dan kesiapan, yang dibuktikan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui kesiapan, perjuangan, pengorbanan, dan kehadiran yang kuat.

Latar Belakang

Pernyataan komandan IRGC ini merupakan respons atas pesan sebelumnya dari Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei yang menuduh Amerika Serikat melanggar nota kesepahaman dengan Iran. Menurutnya, tindakan tersebut kembali menunjukkan bahwa Washington merupakan pihak yang tidak dapat dipercaya.

Ayatollah Khamenei menyatakan pelanggaran itu membuktikan komitmen Amerika Serikat tidak memiliki kredibilitas. Ia juga memperingatkan bahwa setiap eskalasi lebih lanjut akan membawa biaya yang lebih besar dan “pelajaran yang tak terlupakan” bagi Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang sama, Ayatollah Khamenei memuji partisipasi rakyat Iran dalam prosesi pemakaman ayahnya, Pemimpin Iran yang gugur, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei. Ia menyebut prosesi tersebut sebagai simbol persatuan nasional dan ketangguhan rakyat Iran.

Ia juga menyerukan pentingnya menjaga persatuan nasional, mendorong kritik yang bertanggung jawab terhadap pemerintah, serta mengingatkan agar tidak melakukan tindakan yang dapat melemahkan persatuan internal Iran di tengah tekanan dari luar negeri.[]

Berita Populer

Berita Terkait