JAKARTA – BPJS Kesehatan kembali membuka lowongan kerja bagi para profesional yang ingin berkarier dan terlibat dalam fungsi pengawasan penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dalam rekrutmen kali ini, BPJS Kesehatan membuka kesempatan untuk posisi Anggota Komite Non Dewan Pengawas (AKND) pada Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko. Dikutip dari akun Instagram resmi BPJS Kesehatan, Minggu (12/7/2026), pendaftaran lowongan kerja BPJS Kesehatan 2026 dibuka hingga 18 Juli 2026.
“Peluang Berkarir di BPJS Kesehatan! BPJS Kesehatan membuka kesempatan bagi profesional terbaik untuk bergabung sebagai Anggota Komite Non Dewan Pengawas (AKND) pada Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko,” tulis akun @bpjskesehatan_ri dalam unggahannya.
Sebagai informasi, AKND merupakan tenaga profesional nonpegawai yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja. Posisi ini bertugas mendukung fungsi pengawasan di lingkungan BPJS Kesehatan.
Lantas, apa saja posisi, persyaratan, dan cara daftar lowongan kerja BPJS Kesehatan 2026?
Berikut rincian lowongan kerja BPJS Kesehatan untuk posisi AKND Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko:
1. AKND BPJS Kesehatan – Komite Audit
Tugas:
- Menyusun telaah, kajian, dan rekomendasi atas pelaksanaan pengawasan oleh Dewan Pengawas terhadap kebijakan pengelolaan operasional, implementasi kebijakan, dan pelaksanaan Rencana Strategis BPJS Kesehatan sesuai fungsinya
- Menyusun rekomendasi, saran, nasihat, dan pertimbangan terhadap hasil pengawasan
- Melakukan pengawasan atas penerimaan iuran, pengelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS), pencegahan kecurangan, dan manajemen investasi
- Melakukan pengawasan atas hasil pemeriksaan auditor internal dan eksternal, pengadaan jasa auditor Kantor Akuntan Publik (KAP), serta pengadaan jasa aktuaris independen
- Melakukan reviu dan pengawasan atas rancangan RKAT
- Melaksanakan penugasan lain dari Dewan Pengawas dalam rangka mendukung tugas pengawasan.
Persyaratan:
- Pendidikan minimal S1 dengan pengalaman kerja 10 tahun di bidangnya
- Pendidikan minimal S2 dengan pengalaman kerja 5 tahun di bidangnya
- Pendidikan minimal S3 dengan pengalaman kerja 3 tahun di bidangnya
- Usia maksimal 60 tahun saat pendaftaran.
Latar belakang pendidikan yang diutamakan meliputi:
- Kedokteran
- Manajemen Ekonomi
- Hukum
- Akuntansi
- Ilmu Sosial dan Pemerintahan
- Teknologi Informasi
- Aktuaria.
Pelamar juga lebih diutamakan memiliki pengalaman bekerja di bidang pendampingan atau pengawasan, seperti auditor, tenaga ahli, konsultan, verifikator, maupun investigator.
Selain itu, BPJS Kesehatan mengutamakan kandidat yang memiliki pengalaman di lembaga negara, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, BUMN/BUMD, atau instansi internasional. Kandidat dengan sertifikasi yang relevan dalam bidang pengawasan dan pendampingan dari sisi medis, keuangan, atau hukum juga menjadi prioritas.
Pelamar diharapkan memiliki kemampuan menganalisis masalah, membuat kajian, serta melakukan studi maupun riset. Kandidat juga perlu memahami konsep dan regulasi terkait lembaga publik atau badan hukum serta lembaga keuangan dan asuransi, baik sosial maupun komersial.
2. AKND BPJS Kesehatan – Komite Manajemen Risiko
Tugas :
- Menyusun telaah, kajian, dan rekomendasi atas pelaksanaan pengawasan oleh Dewan Pengawas terhadap kebijakan pengelolaan operasional, implementasi kebijakan, dan pelaksanaan Rencana Strategis BPJS Kesehatan sesuai fungsinya
- Menyusun rekomendasi, saran, nasihat, dan pertimbangan terhadap hasil pengawasan
- Melakukan pengawasan atas kebijakan manajemen risiko BPJS Kesehatan, pengelolaan risiko teknologi informasi dan komunikasi, kendali mutu dan kendali biaya penyelenggaraan program JKN, serta penerapan Business Continuity Management di
- BPJS Kesehatan Melakukan pengawasan atas hasil reviu aktuaris independen terhadap laporan aktuaris internal
- Melakukan reviu dan pengawasan atas rancangan RKAT Melaksanakan penugasan lain dari Dewan Pengawas untuk mendukung tugas pengawasan.
Persyaratan:
- Pendidikan minimal S1 dengan pengalaman kerja 10 tahun di bidangnya.
- Pendidikan minimal S2 dengan pengalaman kerja 5 tahun di bidangnya.
- Pendidikan minimal S3 dengan pengalaman kerja 3 tahun di bidangnya.
- Usia maksimal 60 tahun saat pendaftaran.
Latar belakang pendidikan yang diutamakan yakni Kedokteran, Manajemen, Ekonomi, Hukum, Akuntansi, Ilmu Sosial dan Pemerintahan, Teknologi Informasi, serta Aktuaria.
BPJS Kesehatan juga mengutamakan kandidat yang berpengalaman di bidang pendampingan atau pengawasan, seperti auditor, tenaga ahli, konsultan, verifikator, maupun investigator.
Pengalaman bekerja di lembaga negara, BUMN/BUMD, atau institusi internasional turut menjadi nilai tambah.
Kandidat diharapkan memiliki sertifikasi yang relevan dengan pekerjaan pengawasan dan pendampingan di bidang medis, keuangan, atau hukum.
Selain itu, pelamar perlu memiliki kemampuan menganalisis masalah, menyusun kajian, melakukan studi atau riset, serta memahami konsep dan regulasi mengenai lembaga publik, badan hukum, lembaga keuangan, maupun asuransi.
Cara daftar lowongan kerja BPJS Kesehatan 2026 Bagi masyarakat yang berminat dan memenuhi kualifikasi, pendaftaran lowongan kerja BPJS Kesehatan dapat dilakukan secara online melalui situs resmi rekrutmen BPJS Kesehatan.
Link daftar loker BPJS Kesehatan 2026 bisa diakses di sini: Link lowongan kerja BPJS Kesehatan.
Pelamar perlu menyiapkan sejumlah dokumen untuk proses pendaftaran, meliputi:
- CV
- KTP
- Ijazah pendidikan terakhir
- Sertifikat pelatihan atau sertifikasi kompetensi yang relevan dengan bidang medis, keuangan, atau hukum.
Pendaftaran dibuka hingga 18 Juli 2026. Hanya pelamar yang memenuhi kualifikasi yang akan diproses ke tahapan seleksi berikutnya. BPJS Kesehatan menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen gratis atau tidak dipungut biaya.
Pelamar juga diimbau hanya menggunakan kanal resmi BPJS Kesehatan untuk mengajukan lamaran dan mewaspadai berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Informasi terbaru mengenai proses rekrutmen dapat dipantau melalui kanal resmi BPJS Kesehatan.[]



