TNI kebut Progres Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Kumbang Indah Agara.

ACEH TENGGARA – Pembangunan jembatan gantung perintis yang berlokasi di Desa Kumbang Indah, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Hingga Minggu (03/05/2026), progres pekerjaan telah mencapai 20,25 persen. Capaian tersebut menjadi tanda positif bahwa pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat kini berjalan sesuai dengan tahapan yang direncanakan.

Pembangunan jembatan gantung ini berada di wilayah teritorial Kodim 0108/Aceh Tenggara dan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan konektivitas antarwilayah. Selama ini, kondisi geografis di kawasan tersebut menyebabkan masyarakat mengalami keterbatasan akses transportasi, terutama saat harus melintasi aliran sungai yang menjadi jalur penghubung utama antarpermukiman.

Keberadaan jembatan gantung tersebut diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. Selain memberikan akses yang lebih aman, pembangunan ini juga diharapkan dapat mempercepat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun ekonomi.

Di lapangan, pengerjaan jembatan dilakukan melalui kolaborasi erat antara personel TNI dari Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat. Semangat gotong royong terlihat begitu kuat dalam setiap tahapan pembangunan. Personel TNI dan warga bekerja berdampingan, saling membantu dalam proses pengangkutan material, persiapan lokasi, hingga pelaksanaan pekerjaan teknis di lapangan.

Keterlibatan aktif masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang turut mendorong percepatan pembangunan. Selain mempercepat proses pekerjaan, partisipasi warga juga mencerminkan tumbuhnya rasa kebersamaan, kepedulian, dan kepemilikan terhadap infrastruktur yang tengah dibangun demi kepentingan bersama.

Baca juga:  Bareskrim Polri Ungkap Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, 2 Tersangka Diamankan

Salah satu personel yang terlibat langsung dalam pekerjaan tersebut, Serma Supiyanto, menjelaskan bahwa saat ini pengerjaan difokuskan pada proses perakitan besi cor yang dilaksanakan di seberang sungai, tepatnya di Desa Gulo. Material tersebut nantinya akan digunakan sebagai pondasi belakang jembatan, yang memiliki peran sangat penting dalam menopang struktur utama bangunan.

“Pondasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan kekuatan dan keamanan jembatan. Kami memastikan setiap tahapan dikerjakan dengan teliti agar hasilnya kokoh dan dapat digunakan dalam jangka panjang,” ujar Serma Supiyanto.

Ia menambahkan, seluruh personel yang terlibat memiliki komitmen untuk terus mengawal pembangunan hingga selesai dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan. Menurutnya, ketelitian dalam setiap tahapan sangat diperlukan agar jembatan yang dibangun benar-benar memiliki konstruksi yang kuat, aman, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Selama ini, masyarakat Desa Kumbang Indah dan wilayah sekitarnya harus menghadapi berbagai kendala ketika beraktivitas. Sungai yang menjadi pemisah antarwilayah kerap menjadi hambatan utama, terutama saat musim hujan tiba. Meningkatnya debit air sering kali membuat aktivitas warga terganggu, baik untuk menuju lahan pertanian, mengakses fasilitas pendidikan, maupun melakukan perjalanan ke desa tetangga.

Kondisi tersebut tentu berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Para petani, misalnya, kerap mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil pertanian menuju pusat distribusi. Demikian pula anak-anak sekolah yang harus menempuh jalur penyeberangan dengan risiko yang cukup tinggi, terutama ketika arus sungai sedang deras.

Baca juga:  Kepala BPJPH: Produk Makanan Tak Halal Wajib Diberi Label Nonhalal

Salah seorang warga Desa Kumbang Indah, Rahmat (45), mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan gantung akan sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Selama ini akses menuju desa tetangga cukup sulit dan berisiko, terutama bagi anak-anak sekolah dan para petani. Kalau jembatan ini selesai, kami tidak perlu lagi khawatir menyeberang sungai. Ini sangat membantu kami,” ungkapnya.

Kehadiran jembatan gantung perintis ini nantinya diharapkan tidak hanya mempermudah akses transportasi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kesejahteraan warga. Dengan akses yang lebih lancar, distribusi hasil pertanian akan semakin efektif, mobilitas masyarakat menjadi lebih cepat, dan peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di wilayah tersebut pun semakin terbuka.

Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif serta dukungan penuh dari masyarakat, pembangunan jembatan gantung di Desa Kumbang Indah diharapkan dapat selesai sesuai target. Kehadiran infrastruktur ini nantinya akan menjadi penghubung penting yang mampu mempererat hubungan antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Aceh Tenggara.[]

Berita Populer

Berita Terkait