BANDA ACEH – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh kembali menggelar kelas memasak bertajuk Dapur Cerdas Inflasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hoko Coffee Lambhuk, Banda Aceh, Kamis, 20 November 2025.
Melalui kegiatan ini, BI Aceh mendorong ibu-ibu, khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Syiah Kuala (USK), untuk berperan aktif dalam pengendalian inflasi.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara mengelola bahan pangan secara cerdas, efisien, dan hemat, sekaligus menekan risiko inflasi dari sektor pangan rumah tangga.
Dalam kelas memasak itu, BI menghadirkan Chef Surya Firdaus, MasterChef Indonesia asal Aceh, yang memberikan tips memasak praktis dan hemat bahan tanpa mengurangi cita rasa.
Kepala Tim Perumusan Kebijakan Kantor Perwakilan BI Aceh, Hendy Hadian, mengatakan ibu rumah tangga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan.
“Peran utama ada di ibu-ibu sekalian, terutama terkait inflasi bahan pangan yang berada di dapur setiap rumah. Ibu-ibu sebagai konsumen yang membeli bahan pangan di pasar, terutama cabai, yang saat harganya naik bisa memengaruhi inflasi,” ujar Hendy.
Dia menjelaskan, inflasi Aceh kini menempati posisi ketiga tertinggi secara nasional setelah Sumatera Utara dan Riau, yakni sebesar 3,6 persen, sedikit di atas sasaran nasional 3,5 persen.
Berbagai langkah telah ditempuh BI Aceh untuk menurunkan inflasi pangan, mulai dari fasilitasi petani cabai dan bawang hingga mendatangkan pasokan dari luar daerah ketika harga sempat menyentuh Rp90 ribu per kilogram. Saat ini harga cabai turun menjadi Rp40 ribu–Rp50 ribu per kilogram.
“Untuk itu, ibu-ibu jangan memborong bahan pangan banyak-banyak. Belanja dengan bijak, dan di dapur masak dengan cerdas agar inflasi Aceh lebih terjaga. Ke depan, mari sama-sama kita jaga inflasi. BI juga terus menjaga pasokan bahan pangan di Aceh,” ujar Hendy.
Ketua DWP USK, Eti Indarti Marwan, mengatakan kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi para anggota.
“Kami dari DWP senang bisa mempelajari cooking class, terutama untuk mencegah inflasi. Tentu kita memasak yang enak supaya keluarga di rumah merasa nyaman dan tetap makan makanan rumah,” ucap Eti.
Dia berharap program seperti ini terus berlanjut karena memberikan edukasi praktis bagi masyarakat.
“Dengan begitu, kita semua tahu metode menghadapi inflasi. Banyak trik yang diajarkan nantinya yang bisa kita implementasikan di rumah, sehingga kita bisa bijak dan cerdas di dapur. Terima kasih kepada BI telah mengajak kami berpartisipasi,” tutup Eti. []
Lewat Dapur Cerdas, BI Aceh Dorong Ibu-ibu Kendalikan Inflasi


