Bayi Tersenyum Saat Tidur, Apa Penyebabnya? Dokter Ungkap Faktanya

JAKARTA – Melihat bayi tersenyum saat tidur sering kali menjadi momen yang menggemaskan bagi orangtua. Tidak sedikit yang menganggap senyum tersebut menandakan bayi sedang bermimpi menyenangkan.

Namun, menurut para ahli, senyum yang muncul saat bayi tertidur umumnya bukanlah respons emosional seperti yang dilakukan anak yang lebih besar atau orang dewasa. Fenomena ini berkaitan dengan perkembangan sistem saraf dan pola tidur bayi yang masih terus berkembang.

Mengapa bayi bisa tersenyum saat tidur? Senyum saat tidur umumnya merupakan refleks alami Dokter anak sekaligus anggota panel penasihat Swehl, Dr. Amaka Priest menjelaskan, bayi dapat menunjukkan berbagai ekspresi wajah ketika tidur.

“Bayi dapat membuat ekspresi wajah yang sangat beragam selama berbagai tahap tidur. Tidak jarang orangtua melihat apa yang tampak seperti senyum pertama bayi saat mereka sedang tidur,” kata Dr. Priest, seperti dikutip Parents, Minggu (9/8/2026).

Ia menambahkan bahwa selain tersenyum, bayi juga dapat terlihat mengernyit, bergerak-gerak, mengecap bibir, atau melakukan gerakan mengisap saat tertidur.

Menurut Dr. Priest, ekspresi tersebut umumnya merupakan refleks yang terjadi tanpa disadari. Meski demikian, gerakan-gerakan itu diyakini memiliki peran penting dalam perkembangan bayi. “Penelitian menunjukkan bahwa gerakan-gerakan ini dapat memperkuat otot yang nantinya digunakan bayi secara sadar untuk tersenyum dan membuat ekspresi wajah lainnya ketika mereka bertambah besar,” ujarnya.

Baca juga:  Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Serahkan Bantuan Pangan Perdana di Alor

Selain itu, beberapa bayi juga dapat tersenyum ketika sedang mengeluarkan gas atau buang air besar. Respons tersebut terjadi secara refleks dan bukan karena bayi sedang merasakan emosi tertentu. Fase tidur REM membuat bayi lebih ekspresif Senyum saat tidur juga berkaitan dengan fase tidur yang dikenal sebagai REM (Rapid Eye Movement). Pada fase ini, aktivitas otak meningkat dan tubuh menunjukkan lebih banyak gerakan dibandingkan fase tidur lainnya.

Dokter spesialis anak dan kedokteran tidur, Dr. Daniel Combs menyebutkan, bayi baru lahir menghabiskan waktu tidur REM jauh lebih banyak dibandingkan orang dewasa. “Bayi baru lahir menghabiskan hingga setengah waktu tidurnya dalam fase REM, sementara orang dewasa biasanya hanya sekitar 20 persen dari total waktu tidur,” kata Dr. Combs.

Ia menjelaskan bahwa bayi bahkan dapat langsung memasuki fase REM setelah tertidur. Pada periode inilah orangtua sering melihat gerakan mata yang cepat, kedutan pada tangan dan kaki, serta berbagai ekspresi wajah termasuk senyuman.

Baca juga:  Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantu, Ini Alasannya

Dr. Combs menilai, pola ini akan berubah seiring pertumbuhan anak. Saat usia bertambah, proporsi tidur REM akan berkurang dan pola tidur menjadi lebih menyerupai orang dewasa. Pola tidur bayi masih berkembang pada bulan-bulan awal Selain berkaitan dengan fase REM, senyum saat tidur juga tidak dapat dipisahkan dari pola tidur bayi yang masih belum teratur.

Priest menjelaskan bahwa ritme sirkadian atau jam biologis bayi belum sepenuhnya mengikuti siklus siang dan malam selama 24 jam. Karena itu, bayi baru lahir biasanya tidur dalam siklus pendek yang berlangsung antara satu hingga tiga jam.

“Seiring pertumbuhan tubuh dan perubahan kebutuhan makan, siklus tersebut akan menjadi lebih panjang dan lebih banyak tidur terjadi pada malam hari,” jelas Dr. Priest.

Secara umum, bayi baru lahir membutuhkan sekitar 14 hingga 17 jam tidur setiap hari. Durasi tersebut tersebar sepanjang siang dan malam. Karena sebagian besar waktu tidur bayi dihabiskan dalam fase yang aktif, munculnya senyum, kedutan, atau ekspresi wajah lainnya saat tidur merupakan hal yang normal dan menjadi bagian dari proses perkembangan mereka.[]

Berita Populer

Berita Terkait