Agus Chusaini Dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan BI Aceh

BANDA ACEH – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, secara resmi mengukuhkan Agus Chusaini sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh. Pengukuhan berlangsung di Ballroom Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Rabu (24/9).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Aceh sebelumnya, Rony Widijarto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, pimpinan perwakilan kementerian/lembaga, unsur perbankan, dan para mitra strategis BI di Aceh.

Agus Chusaini sejatinya telah menjalankan tugas sebagai Kepala Perwakilan BI Aceh sejak Januari 2025. Dalam sambutannya, Destry Damayanti memberikan apresiasi atas dedikasi Rony Widijarto dalam memperkuat sinergi kebijakan BI di daerah, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi Aceh.

“Rotasi dan mutasi pegawai merupakan agenda rutin tahunan BI yang harus dijalankan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, bukan hanya kepada lembaga, tetapi juga untuk nusa dan bangsa,” ujar Destry.

Baca juga:  Kodam IM Rampungkan 14 Jembatan Perintis, Satu Masih Dikerjakan

Dia berharap Agus dan Rony dapat mengimplementasikan dan mendiseminasikan kebijakan pusat dengan optimal di Aceh.

Destry juga menyoroti sejumlah tantangan ekonomi yang masih dihadapi Aceh. Meski pertumbuhan ekonomi Aceh relatif baik, yakni 4,8 persen, angka ini masih di bawah rata-rata nasional sebesar 5,12 persen dan sedikit lebih rendah dari rata-rata provinsi di Sumatera yang mencapai 4,9 persen.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” kata Destry.

Selain itu, inflasi di Aceh tercatat sebesar 3,7 persen, lebih tinggi dari target nasional. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama untuk menggali akar masalahnya.

Baca juga:  USK Luncurkan Buku MemoryGraph untuk Merawat Ingatan Aceh

“BI memiliki mandat utama menjaga stabilitas nilai Rupiah, termasuk pengendalian inflasi. Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi Aceh,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Destry mengingatkan tantangan global yang harus diantisipasi dengan memperkuat ketahanan domestik. Fokus utama saat ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Sebagai langkah konkret, BI memutuskan menurunkan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen menjadi 4,75 persen — level terendah sejak 2022.

“Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit dan pembiayaan, sehingga aktivitas ekonomi nasional dapat bergerak lebih maju dan inklusif,” pungkasnya. []

Berita Populer

Berita Terkait