Wabup Aceh Besar Ikuti Rakor Percepatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Pascabencana

KOTA JANTHO — Wakil Bupati Aceh Besar Drs. H. Syukri A Jalil mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Aceh, khususnya pemulihan jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan.

Rakor tersebut membahas implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan. Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Kerja Wakil Bupati Aceh Besar, Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (2/9/2026).

Inpres Nomor 2 Tahun 2025 menjadi acuan dalam mempercepat pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi guna mendukung swasembada pangan nasional. Pelaksanaannya diharapkan berlangsung efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, khususnya pada jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah serta jaringan irigasi tersier.

Baca juga:  Bea Cukai dan Aparat Gabungan Gagalkan Penyelundupan 800 Kg Ketamin

Dalam rakor tersebut, Syukri A Jalil didampingi Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar Bidang Perekonomian dan Pembangunan M. Ali, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Besar Ir. Syahrial Amanullah, ST., Plt. Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Imam Munandar, S.TP., Kepala Bagian Administrasi dan Pembangunan Setdakab Aceh Besar Fachrurrazi, ST., MT., serta Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Aceh Besar Syahruddin, SP., M.Si.

Pada kesempatan itu, Syukri mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen mendukung percepatan pemulihan jaringan irigasi, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pertanian dan ketahanan pangan.

“Kami siap mendukung program percepatan rehabilitasi jaringan irigasi. Koordinasi antarinstansi perlu terus diperkuat agar setiap kendala di lapangan dapat segera ditangani,” ujarnya.

Baca juga:  Gunung Sinabung Berstatus Siaga, 176 Personel Polri Dikerahkan untuk Layani dan Lindungi Masyarakat

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengharapkan komunikasi dan koordinasi antarpemerintah daerah terus dijaga dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia meminta setiap daerah segera melaporkan apabila terdapat kendala di lapangan sehingga dapat dicarikan solusi bersama dan proses rehabilitasi jaringan irigasi dapat berjalan dengan baik.

“Komunikasi antardaerah harus terus dijaga. Kalau ada kendala, segera disampaikan dan dikoordinasikan agar masalah dapat cepat diselesaikan,” kata Fadhlullah.

Rakor tersebut turut diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Kepala Dinas Pengairan Aceh, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I (BWSS-I) Wilayah Aceh, serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.[]

Berita Populer

Berita Terkait