Kantin Sehat, Generasi Hebat! BBPOM Aceh Audit dan Sertifikasi Sekolah Berbudaya Keamanan Pangan

ACEH BESAR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat melalui kegiatan Monitoring, Evaluasi, Audit Kantin, dan Sertifikasi Sekolah yang Telah Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan yang dilaksanakan pada Selasa (28/07/2026).

Kegiatan ini berlangsung di MIN 8 Aceh Besar, SMP Negeri 1 Peukan Bada, dan SMA Negeri 1 Peukan Bada sebagai bagian dari upaya membangun budaya keamanan pangan sejak dini sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Program ini merupakan bentuk pembinaan berkelanjutan Badan POM kepada satuan pendidikan agar keamanan pangan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi tumbuh menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah. Melalui sinergi antara sekolah, pengelola kantin, guru, siswa, dan orang tua, diharapkan tercipta ekosistem sekolah yang mampu menyediakan pangan yang aman, sehat, dan bergizi bagi seluruh warga sekolah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses verifikasi Sertifikasi Sekolah yang Telah Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan. Tim BBPOM Aceh melakukan penilaian terhadap berbagai indikator, mulai dari komitmen pimpinan sekolah, implementasi program keamanan pangan, keterlibatan seluruh warga sekolah, hingga keberlanjutan berbagai kegiatan edukasi yang telah dijalankan.

Sertifikasi ini menjadi bentuk apresiasi bagi sekolah yang secara konsisten menerapkan budaya keamanan pangan sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan POM.

Baca juga:  Mengapa Prabowo Diminta Ganti Gibran Sebelum 20 Oktober 2026? Ini Penjelasan Denny Indrayana

Selanjutnya, tim melaksanakan audit kantin sekolah sebagai bagian dari penilaian Piagam Bintang Keamanan Pangan Sekolah. Audit dilakukan secara menyeluruh terhadap aspek kebersihan dan sanitasi kantin, higiene penjamah pangan, penyimpanan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan kepada peserta didik.

Penilaian ini bertujuan mendorong pengelola kantin untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga mampu menyediakan pangan yang aman, bermutu, dan layak dikonsumsi setiap hari.

Sebagai bagian dari pengawasan keamanan pangan, petugas BBPOM Aceh juga melakukan pengambilan dan pengujian sampel jajanan sekolah menggunakan rapid test. Pengujian dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan, seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow.

Langkah preventif ini menjadi bagian penting dalam memastikan jajanan yang beredar di lingkungan sekolah memenuhi persyaratan keamanan pangan sehingga peserta didik terlindungi dari risiko pangan yang tidak memenuhi ketentuan.

Ketua Tim Program Prioritas Nasional BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, menyampaikan bahwa pembudayaan keamanan pangan di sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan yang aman sejak usia dini. Melalui program pembudayaan keamanan pangan, kami ingin membangun ekosistem sekolah yang tidak hanya menyediakan jajanan yang aman dan bergizi, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada seluruh warga sekolah bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama.

Baca juga:  Sanger Ureueng Aceh: Kolaborasi Edukasi, Pengawasan, dan Pengujian Demi Pangan yang Lebih Aman

Kami berharap budaya ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Desi.

Selama kegiatan berlangsung, pihak sekolah, guru, dan pengelola kantin menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian penilaian. Berbagai diskusi mengenai pengelolaan kantin sehat, penerapan higiene dan sanitasi, hingga upaya menjaga keamanan jajanan sekolah berlangsung secara interaktif.

Antusiasme tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan sekolah melalui penyediaan pangan yang aman dan sehat bagi peserta didik.

Melalui kegiatan monitoring, evaluasi, audit kantin, dan sertifikasi ini, BBPOM Aceh berharap budaya keamanan pangan semakin mengakar di setiap satuan pendidikan di Aceh. Dengan kolaborasi yang erat antara sekolah, orang tua, pengelola kantin, dan seluruh pemangku kepentingan, sekolah diharapkan menjadi pelopor dalam membangun budaya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi.

Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keamanan pangan sebagai fondasi kesehatan, kualitas hidup, dan terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.[]

Berita Populer

Berita Terkait