JAKARTA — Kesibukan di pagi hari kerap membuat seseorang memilih makanan praktis, seperti protein bar. Meski mudah dikonsumsi, terlalu sering mengandalkan makanan kemasan dan ultra-proses dapat berdampak kurang baik terhadap kesehatan dalam jangka panjang, termasuk kesehatan saluran pencernaan.
Dikutip dari laman Hindustan Times, dokter bedah kolorektal dan pakar kesehatan usus, Dr Parameshwara C M, membagikan sejumlah jenis makanan yang ia hindari untuk membantu menjaga kesehatan usus.
1. Camilan dengan Pewarna Buatan
Permen, keripik dengan warna mencolok, dan sejumlah camilan olahan tertentu dapat mengandung pewarna makanan berbasis petroleum, seperti Red 40 dan Yellow 5.
Menurut Dr Parameshwara, makanan tersebut tidak memberikan banyak nilai gizi dan berpotensi memicu peradangan pada saluran pencernaan. Sebagai alternatif, ia menyarankan memilih makanan yang lebih bernutrisi, seperti kacang-kacangan, biji labu, atau buah beri segar.
2. Protein Bar
Dr Parameshwara menyebut protein bar dapat mengandung gula alkohol dan bahan tambahan tertentu yang berpotensi menyebabkan kembung serta gangguan pencernaan.
Ia menyarankan memenuhi kebutuhan protein dari makanan utuh, seperti telur, ikan, lentil, atau cottage cheese.
3. Sereal Sarapan Tinggi Gula
Sereal kerap menjadi pilihan sarapan karena praktis. Namun, beberapa produk mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.
Menurut Dr Parameshwara, makanan tersebut dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat, kemudian diikuti penurunan energi secara drastis.
Sebagai alternatif, ia menyarankan konsumsi gandum utuh, seperti rolled oats, yang dapat ditambahkan biji chia dan buah segar.
4. Pemanis Buatan
Produk rendah kalori, termasuk minuman soda diet yang menggunakan pemanis buatan seperti sukralosa dan sakarin, juga menjadi salah satu jenis yang ia hindari.
“Sejumlah penelitian menunjukkan pemanis buatan dapat memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus yang bermanfaat,” tulisnya dalam unggahan Instagram.
Sebagai gantinya, ia menyarankan air soda dengan perasan jeruk nipis atau teh herbal tanpa gula.
5. Daging Olahan
Bacon, sosis, dan berbagai daging olahan yang biasa digunakan sebagai isian sandwich termasuk dalam kelompok karsinogen Grup 1 menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.
Dr Parameshwara menyarankan memilih sumber protein yang minim proses, seperti telur, ikan, lentil, atau cottage cheese.
6. Saus dengan Kandungan Gula Tinggi
Saus kemasan, seperti saus tomat, saus barbeku, dan saus salad siap pakai, dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.
Dr Parameshwara menyebut beberapa produk bahkan dapat mengandung hingga sekitar empat sendok teh gula rafinasi tersembunyi dalam satu porsi.
Sebagai alternatif, cita rasa makanan dapat ditingkatkan menggunakan minyak zaitun, perasan lemon, atau salsa buatan sendiri.
7. Makanan yang Mengandung Banyak Pengemulsi
Sejumlah produk es krim dan makanan panggang komersial menggunakan bahan tambahan seperti polysorbate 80. Bahan tersebut berfungsi membantu mencampurkan minyak dan air agar tekstur makanan tetap lembut sekaligus memperpanjang masa simpan.
Dr Parameshwara mengatakan zat tersebut dapat mengganggu lapisan lendir pelindung usus. Sebagai pilihan yang lebih sederhana, ia menyarankan Greek yogurt tawar yang dapat dikombinasikan dengan madu. []


