JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merilis program Pesantren Nyaman Belajar. Baznas mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,5 miliar untuk mendukung kebutuhan pesantren, termasuk penguatan SDM, beasiswa, infrastruktur, dan teknologi informasi.
“Di tengah tahun anggaran ini, kita bekerja sama dengan Baznas untuk memberikan bantuan melalui program-program Baznas, karena memang ada irisan antara Baznas dengan pondok pesantren. Jadi, apa yang menjadi harapan pondok pesantren juga menjadi harapan Baznas,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar, Rabu (16/9/2026).
“Intinya, kita sinergikan. Kekurangan anggaran pondok pesantren itu bisa ditutupi beberapa hal oleh Baznas, dan sebaliknya program-program Baznas, terutama untuk pembinaan pondok pesantren, kita bantu secara bersama-sama di pondok pesantren,” sambungnya.
Menurut Nasaruddin, dukungan tersebut penting karena sebagian besar pesantren dikelola secara mandiri dan bertumpu pada masyarakat.
“Empat puluh dua ribu pesantren di Indonesia itu tidak ada satu pun yang statusnya negeri. Jadi, mereka hidup di atas kaki masyarakat itu sendiri dan tidak mendapatkan bantuan pemerintah seperti sekolah negeri. Jadi wajar kalau Baznas memberikan dukungan kepada pesantren,” katanya.
Ia juga menjelaskan alasan perlunya kolaborasi Baznas dengan pesantren untuk memperkuat dukungan pembiayaan.
“Juga kewajaran kalau Baznas bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren, yang kebetulan anggarannya belum muncul sepenuhnya di APBN kita. Di sinilah perlunya Baznas sebagai salah satu kekuatan umat Islam untuk mendukung pondok pesantren, yang notabene pesantrennya 42 ribu dan santrinya sekitar 12 juta orang. Itu anak bangsa kita juga yang perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar Nasaruddin.
Dari sisi Baznas, program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bagian dari prioritas di bidang pendidikan. Kepala Baznas Sodiq Mudjahid mengatakan, pendidikan menjadi salah satu dari lima prioritas Baznas bersama kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan mualaf.
“Ada lima prioritas Baznas, salah satu prioritas kita adalah pendidikan, seperti Ditjen Pesantren ini yang berada di bawah naungan Kementerian Agama,” kata Sodik Mudjahid.
Untuk program Pesantren Nyaman Belajar, dukungan diarahkan pada penguatan sumber daya manusia serta berbagai kebutuhan pendidikan pesantren.
“Kita akan fokus kepada SDM berbasis agama dan berbasis ilmu pengetahuan, beasiswa, infrastruktur, IT, dan lain-lain. Untuk pesantren, anggarannya Rp17,5 miliar. Kemarin untuk Kemendikti Rp22,5 miliar, dan sebelumnya untuk beasiswa Rp10 miliar. Jadi, ada sekitar Rp40 miliar untuk tahun ini dan insyaallah kita akan kembangkan lagi tahun depan. Tapi sekali lagi, tergantung kepercayaan dan tambahan dari para muzaki,” ujarnya.
Selain menyiapkan dukungan, Baznas juga melakukan evaluasi terhadap penerima manfaat untuk melihat keberlanjutan dampak program.
“Itulah sebabnya tahun ini kami menetapkan zakat yang berdampak, berdaya guna, dan berdaya. Kami melakukan evaluasi, kalau untuk santri bagaimana dia terus bersekolah, kemudian setelah selesai sekolah mereka juga melanjutkan ke sekolah, kemudian juga menjadi kader-kader umat, baik di organisasi termasuk di Baznas. Itu antara lain evaluasi terhadap para santri yang kami berikan dukungan,” pungkas Sodik Mudjahid.[]


