BBPOM Aceh Bekali Pelajar Jadi Konsumen Cerdas Melalui Literasi Sejak Dini

BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus memperkuat edukasi kepada generasi muda melalui sosialisasi keamanan obat dan makanan yang digelar dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 4 Banda Aceh, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 288 peserta didik baru kelas X sebagai upaya membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya memilih obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat. Melalui edukasi ini, para siswa dibekali pengetahuan agar mampu melindungi diri dari risiko penggunaan obat yang tidak tepat serta konsumsi pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan.

Sosialisasi berlangsung interaktif dengan menghadirkan narasumber dari BBPOM Aceh yang menyampaikan materi secara komunikatif. Ari Syuhada Putra dari Tim Publikasi BBPOM Aceh membuka sesi dengan memperkenalkan tugas dan fungsi BPOM sebagai lembaga yang bertanggung jawab mengawasi obat dan makanan di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan konsep Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebagai langkah sederhana namun penting untuk memastikan keamanan produk sebelum dibeli atau dikonsumsi. Ari juga mengajak para siswa memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile untuk mengecek legalitas produk sekaligus memperoleh informasi resmi terkait obat dan makanan.

Dalam paparannya, Ari menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya konsumsi yang aman.

“Generasi muda merupakan agen perubahan. Dengan memahami cara memilih obat dan makanan yang aman melalui Cek KLIK serta memanfaatkan BPOM Mobile, para pelajar diharapkan mampu melindungi diri sendiri sekaligus menjadi penyebar informasi yang benar kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Literasi sejak dini akan melahirkan generasi yang lebih bijak dalam memilih produk yang dikonsumsi,” ujar Ari.

Baca juga:  Kapolri Irit Bicara Ditanya soal Respons Pernyataan Mahfud MD

Selanjutnya, Ketua Tim Inspeksi Pangan BBPOM Aceh, Endang Yuliawati, menyampaikan materi mengenai Saka POM sebagai wadah pembinaan generasi muda yang bertujuan membentuk kader-kader pelopor keamanan obat dan makanan.

Melalui kegiatan kepramukaan berbasis edukasi tersebut, Saka POM diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya keamanan pangan dan penggunaan obat yang tepat.

Endang menjelaskan bahwa pelajar memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

“Melalui Saka POM, kami ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya keamanan obat dan makanan, tetapi juga berani menjadi pelopor perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Edukasi yang dimulai sejak usia sekolah akan menjadi investasi besar dalam membangun budaya konsumsi yang aman dan sehat,” kata Endang.

Materi kemudian ditutup dengan sesi diskusi yang dipandu Dahliana Effendi dari Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM Aceh.

Dalam sesi tersebut, peserta diberi kesempatan mengajukan pertanyaan seputar keamanan obat dan makanan, penggunaan BPOM Mobile, serta berbagai persoalan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  USK Perkuat Tata Kelola Kearsipan

Suasana diskusi berlangsung hidup dan penuh antusias. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang aktif bertanya maupun berlomba menjawab kuis yang diberikan narasumber.

Melihat tingginya antusiasme peserta, Dahliana menyampaikan apresiasinya kepada seluruh siswa yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Antusiasme para peserta hari ini sangat luar biasa. Banyak pertanyaan kritis yang menunjukkan rasa ingin tahu mereka terhadap keamanan obat dan makanan.

Kami berharap semangat belajar ini terus tumbuh sehingga para pelajar mampu menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar,” ujar Dahliana.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen BBPOM Aceh dalam meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya keamanan obat dan makanan.

Melalui pendekatan edukatif yang interaktif, diharapkan peserta tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, BBPOM Aceh berharap para peserta didik menjadi konsumen cerdas yang selalu menerapkan Cek KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi produk, memanfaatkan BPOM Mobile sebagai sumber informasi resmi, serta menjadi pelopor keamanan obat dan makanan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Dengan meningkatnya literasi generasi muda, diharapkan tumbuh budaya konsumsi yang lebih bijak sehingga masyarakat semakin terlindungi dari peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan.[]

Berita Populer

Berita Terkait