BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan Evaluasi Dokumen Pengawasan Kearsipan di Gedung Flamboyan, Lantai 3, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menindaklanjuti hasil kolaborasi dan pengawasan kearsipan yang dilakukan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) akhir Juni lalu.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan USK, Dr. Fairuzzabadi, S.E., M.Sc., mengatakan bahwa evaluasi ini krusial untuk memperbaiki ekosistem kearsipan di lingkungan universitas. Menurutnya, arsip merupakan komponen penting dalam menjamin aspek hukum, akuntabilitas, dan tata kelola universitas yang baik (good governance).
“Dokumen adalah benteng kita dari risiko hukum. Melalui kegiatan ini, kita mengevaluasi kinerja agar sesuai standar kearsipan yang berlaku, sekaligus menjadi tolok ukur kinerja unit kerja,” ujar Dr. Fairuz saat membuka acara.
Dr. Fairuz juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-unit untuk menutupi kekurangan dalam pengelolaan dokumen. Ia meminta seluruh jajaran, hingga level Kasubag, untuk terbuka dalam melakukan perbaikan.

Sementara itu, Kepala Kantor Arsip dan Museum USK, Husni Friady, S.T., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada penyeragaman persepsi teknis pengelolaan arsip.
“Kami fokus pada penyelarasan teknis pengelolaan di tingkat Unit Kearsipan (UK) sesuai dengan standar formulir ASKI 2025 dan aturan yang ditetapkan ANRI,” ungkap Husni.
Kegiatan yang diikuti oleh para pengelola kearsipan hingga level Kasubag ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan seluruh unit kerja di USK terhadap regulasi kearsipan nasional.[]



