LABUHANBATU UTARA – Seorang warga Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, bernama Luis David Hutabarat (33), tewas setelah diduga dianiaya petugas keamanan perusahaan sawit PT Agrinas Palma Nusantara. Dalam kasus ini, seorang anggota TNI aktif disebut turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Selasa (16/6/2026).
Kuasa hukum keluarga korban, Surya Dayan Nasution, mengatakan insiden bermula saat korban bersama empat rekannya pulang dari kebun milik mertuanya dengan mengendarai dua sepeda motor.
“Di perjalanan, mereka dicegat oleh pihak keamanan PT Agrinas. Ada enam orang yang datang menggunakan lima sepeda motor,” kata Surya kepada Kompas.com, Rabu (17/6/2026).
Menurut Surya, sepeda motor korban sempat ditabrak hingga terjatuh. Korban dan rekan-rekannya kemudian berusaha melarikan diri dengan meninggalkan kendaraan mereka.
Namun, korban diduga berhasil ditangkap oleh kelompok petugas keamanan tersebut.
“Korban tertangkap dan di situlah dia diduga dianiaya,” ujar Surya.
Tak lama kemudian, istri korban yang berada tidak jauh dari lokasi mencari keberadaan suaminya. Korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Ada memar di bagian wajah dan leher,” ungkap Surya.
Korban kemudian dibawa ke Polsek Kualuh Hulu sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Labuhanbatu Utara.
Pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Labuhanbatu. Surya menyebut hingga saat ini empat orang telah diamankan terkait kasus tersebut.
“Saat ini kami sedang di Polres Labura. Setahu kami, ada empat orang yang ditangkap. Satu mantan anggota TNI, satu TNI aktif, dan dua warga sipil,” katanya.
Keluarga berharap seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan empat anak. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai tukang muat dan penimbang buah sawit.
Sementara itu, Kapolsek Kualuh Hulu AKP Citra Yani Barus membenarkan laporan keluarga korban telah diterima. Penanganan perkara kini dilakukan oleh Polres Labuhanbatu.
“Untuk kasusnya sudah dilimpahkan ke Polres,” kata Citra.
Ia juga membenarkan warga sempat membakar sejumlah fasilitas milik PT Agrinas sebagai bentuk luapan emosi setelah korban ditemukan meninggal dunia.
“Pembakarannya terjadi pada hari itu juga. Untuk korban jiwa tidak ada. Pihak perusahaan juga belum membuat laporan terkait pembakaran tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Sandy mengatakan pihaknya masih mendalami informasi mengenai dugaan keterlibatan anggota TNI aktif dalam kasus tersebut.
“Terkait itu, masih kami dalami,” kata Sandy. []


