USK Kirim Mahasiswa ke International Research Workshop SOI Asia di Thailand

BANDA ACEH – Mahasiswa internasional Program Studi S-1 Teknik Komputer Universitas Syiah Kuala (USK), Md. Imran Mahmud, kembali mengharumkan nama kampus di tingkat internasional dengan mengikuti International Research Workshop of SOI Asia (School on Internet Asia) Engineering, Biodiversity, and Anthropology (EBA) yang diselenggarakan oleh Universitas Chulalongkorn, Thailand.

Imran merupakan penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) angkatan 2023. SOI Asia merupakan jaringan pendidikan kolaboratif yang menghubungkan berbagai perguruan tinggi di kawasan Asia-Pasifik melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Selain menghadirkan pembelajaran daring, jaringan ini juga menyelenggarakan program kerja lapangan internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mengembangkan solusi atas berbagai tantangan global.

Program Engineering, Biodiversity, and Anthropology (EBA) dirancang untuk mendorong pembelajaran lintas disiplin dengan mengintegrasikan ilmu lingkungan, teknik, keanekaragaman hayati, dan ilmu sosial. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, peneliti, dan masyarakat lokal, program ini bertujuan menghasilkan solusi praktis yang mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan, sosial, maupun teknologi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 17 mahasiswa dari 12 universitas di delapan negara kawasan Asia-Pasifik mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum pelaksanaan penelitian lapangan, seluruh peserta menjalani rangkaian kuliah daring selama dua bulan untuk mempelajari konsep dasar dan aspek teknis program.

Selama berada di Universitas Chulalongkorn, peserta memperoleh pelatihan penggunaan Google Earth Engine sebagai platform analisis data geospasial berbasis penginderaan jauh. Dengan memanfaatkan citra satelit, mereka menyusun hipotesis mengenai hubungan antara masyarakat, lingkungan alam, dan infrastruktur teknik di Provinsi Kanchanaburi, Thailand.

Baca juga:  Purbaya Buka Suara soal Pencairan JHT Kena Pajak, Janji Cek Aturan ke Ditjen Pajak

Hipotesis tersebut kemudian diuji melalui penelitian lapangan di Kanchanaburi. Para peserta melakukan observasi langsung serta mewawancarai para pemangku kepentingan dan masyarakat setempat guna memperoleh data yang lebih komprehensif mengenai kondisi sosial, lingkungan, dan pembangunan di wilayah tersebut.

Selain itu, peserta juga mengunjungi Kampus Kanchanaburi Universitas Mahidol, Taman Nasional Erawan, dan Bendungan Srinagarind untuk mempelajari praktik pengelolaan lingkungan, konservasi sumber daya alam, pengelolaan sumber daya air, serta strategi membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Pada akhir program, seluruh peserta membandingkan hasil analisis yang diperoleh melalui Google Earth Engine dengan data hasil wawancara lapangan untuk mengevaluasi hipotesis yang telah disusun. Selanjutnya, hasil penelitian dipresentasikan dalam sesi presentasi akhir sebagai bentuk diseminasi temuan dan rekomendasi.

Imran mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program tersebut sekaligus mewakili USK di forum internasional.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat mewakili USK dalam program riset internasional ini. Selama mengikuti kegiatan, saya tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai penginderaan jauh, analisis geospasial, dan penelitian lapangan, tetapi juga belajar bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang keilmuan. Pengalaman ini memperluas cara pandang saya terhadap pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan,” ujar Imran.

Baca juga:  Prof Nyak Amir Terpilih sebagai Rektor Universitas Teuku Umar

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Saya berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat saya implementasikan dalam kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, saya juga ingin membagikan pengalaman ini kepada sivitas akademika USK serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi internasional yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Imran, salah satu aspek paling berharga dari program tersebut adalah kesempatan bekerja dalam tim yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang akademik. Keberagaman perspektif, pengalaman, dan gagasan dari setiap peserta memperkaya proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kemampuan berkomunikasi lintas budaya, bekerja secara kolaboratif, dan menyelesaikan persoalan sosial yang kompleks melalui pendekatan multidisiplin.

Keikutsertaan mahasiswa internasional USK dalam International Research Workshop of SOI Asia mencerminkan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan kapasitas akademik mahasiswa di tingkat global, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas negara. []

Berita Populer

Berita Terkait