USK Gelar Pra Raker untuk Perkuat Perencanaan dan Penganggaran 2027

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Pra-Rapat Kerja (Pra-Raker) sebagai upaya untuk memperkuat perencanaan dan penganggaran tahun 2027. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 8 Agustus 2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Good University Governance, Hilirisasi dan Inovasi Riset Berkelanjutan, Serta Peningkatan IKU Menuju USK Bereputasi Global.” Pada kegiatan ini USK melakukan penyerahan Pagu Anggaran Unit Kerja Tahun 2027 dan Penandatangan Perjanjian Kinerja dengan Rektor USK Tahun Anggaran 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan agar seluruh pimpinan memiliki pemahaman yang sama mengenai sistem perencanaan dan penganggaran yang akan diterapkan pada tahun 2027.

“Kita ingin memastikan seluruh pimpinan dan unit kerja memahami arah kebijakan universitas, mekanisme perencanaan, penganggaran, serta pengawalan target kinerja yang akan menjadi pedoman bersama menuju USK yang semakin unggul dan bereputasi global,” ujarnya.

Baca juga:  Disdik Dayah Aceh Utara Pelajari Program Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar

Dalam laporannya, Ramzi menyampaikan Kemendiktisaintek telah menetapkan IKU Golden Standard 2030 yang membedakan target antar kluster PTN-BH. USK berada pada kluster PTN-BH 16, sehingga strategi pencapaian target disesuaikan dengan karakteristik dan tantangan kluster tersebut.

Beberapa target besar yang harus dicapai hingga 2030 antara lain peningkatan proporsi doktor hingga 60 persen dan mahasiswa pascasarjana hingga 25 persen.

Sementara itu, Rektor menegaskan bahwa pra-raker tahun ini dirancang dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Perubahan utama terletak pada pemberian kewenangan yang lebih besar kepada fakultas dalam mengelola sumber daya dan mengembangkan program strategis.

Menurutnya, pembagian fiskal kepada fakultas bukan sekadar distribusi anggaran, melainkan instrumen untuk mendorong inovasi, kreativitas, dan daya saing antar unit kerja.

“Kita tidak lagi membangun budaya pembagian yang sama rata, tetapi budaya kinerja. Fakultas yang mampu berinovasi, menghasilkan pendapatan, dan memberi dampak lebih besar akan memperoleh dukungan yang lebih besar pula,” kata Prof. Mirza.

Baca juga:  Bupati Aceh Besar Minta Perhatian Pusat untuk Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana

Rektor menjelaskan bahwa mekanisme tersebut merupakan bentuk kompetisi sehat untuk mendorong fakultas lebih agresif menciptakan sumber-sumber income generating dan memperkuat kemandirian universitas.

Ia juga menekankan bahwa tujuan utama dari seluruh perubahan tata kelola ini adalah peningkatan reputasi USK di tingkat nasional dan internasional.

“Semua yang kita lakukan bermuara pada satu tujuan, yaitu meningkatkan reputasi USK. Kita ingin USK tidak hanya baik di internal, tetapi mampu berdiri sejajar dan lebih unggul dibandingkan universitas lain,” tegasnya.

Rektor juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Kewenangan yang lebih besar kepada fakultas harus diimbangi dengan kehati-hatian dan kepatuhan terhadap aturan.

“Kebebasan harus melahirkan inovasi, dan inovasi harus dibarengi tanggung jawab. Setiap rupiah yang dikelola harus dapat dipertanggungjawabkan untuk kepentingan kemajuan universitas,” ujarnya.[]

Berita Populer

Berita Terkait