Satukan Langkah Jaga Masyarakat, BBPOM Aceh Perkuat Komitmen di Barat Selatan Aceh

ACEH SELATAN – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka mewujudkan pengawasan Obat dan Makanan yang efektif, terpadu, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan audiensi dan penggalangan dukungan pemangku kepentingan yang diselenggarakan oleh Loka Pengawas Obat dan Makanan di Kota Subulussalam (Loka POM di Kota Subulussalam) di Aula Kantor Bupati Aceh Selatan, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen dan dukungan lintas sektor dalam menyinergikan kewenangan, sumber daya, serta kebijakan guna mendukung pelaksanaan pengawasan Obat dan Makanan yang lebih optimal di wilayah kerja Loka POM di Kota Subulussalam.

Acara dibuka oleh Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Selatan yang mewakili Bupati Aceh Selatan dan dihadiri oleh perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepolisian Resor (Polres) Aceh Selatan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0107 Aceh Selatan, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Dinas Kesehatan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Selatan.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan koordinasi dan kolaborasi dalam pengawasan Obat dan Makanan di daerah.

Baca juga:  Hasil Sprint Race MotoGP Ceko 2026: Bagnaia Terdepan, Marquez Ketiga

Dalam sambutannya, Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menegaskan bahwa pengawasan Obat dan Makanan, khususnya terkait peredaran dan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT), memerlukan komitmen bersama serta koordinasi yang kuat antarinstansi.

“Pengawasan Obat dan Makanan tidak dapat dilakukan oleh BPOM sendiri. Dibutuhkan sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kesamaan persepsi serta langkah-langkah strategis yang terintegrasi dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari risiko penyalahgunaan obat dan peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan,” ujar Riyanto.

Riyanto juga menegaskan bahwa meskipun lokasi kantor Loka POM berpindah ke Kota Subulussalam, pelaksanaan pengawasan di seluruh wilayah kerjanya akan tetap berjalan optimal.

“Perpindahan lokasi kantor Loka POM ke Kota Subulussalam tidak akan mengurangi intensitas pengawasan. Kami akan terus mengawal peredaran Obat dan Makanan secara masif di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kabupaten Simeulue sebagai wilayah kerja Loka POM di Kota Subulussalam,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Selatan, Suhatril, menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan BPOM dalam memperkuat perlindungan masyarakat melalui pengawasan Obat dan Makanan.

Baca juga:  Aceh Besar Tiga Tahun Berturut-turut Loloskan Putra Daerah ke Paskibraka Nasional

“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPOM. Harapan kami, peredaran Obat dan Makanan di Aceh Selatan semakin terkendali sesuai standar yang berlaku, sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terlindungi dari risiko penggunaan produk yang tidak aman maupun penyalahgunaan obat,” ujar Suhatril.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Hal ini terlihat dari aktifnya diskusi serta berbagai pertanyaan yang disampaikan terkait bahaya kesehatan akibat penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT), dampak yang ditimbulkan, serta strategi pencegahan yang dapat dilakukan melalui peran keluarga, sekolah, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.

Melalui kegiatan ini, BBPOM Aceh bersama Loka POM di Kota Subulussalam dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terlindungi dari peredaran Obat dan Makanan yang tidak memenuhi ketentuan.

Sinergi yang terus terjalin diharapkan mampu mendukung upaya perlindungan masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus menjaga kualitas generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa. []

Berita Populer

Berita Terkait