Mengenal Teranostik, Inovasi Kedokteran Nuklir untuk Tangani Kanker Tiroid Lebih Presisi

JAKARTA – Dunia medis terus mengalami perkembangan, termasuk dalam penanganan kanker tiroid. Salah satu inovasi yang kini menjadi fokus dalam bidang kedokteran nuklir adalah pendekatan teranostik, yaitu metode yang menggabungkan proses diagnosis dan terapi dalam satu rangkaian penanganan pasien.

Melalui pendekatan ini, dokter tidak hanya dapat mendeteksi dan menemukan lokasi sel kanker secara lebih akurat, tetapi juga memastikan terapi yang diberikan tepat sasaran. Spesialis Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Yustia Tuti, SpKN, menjelaskan bahwa kedokteran nuklir memegang peran krusial dalam seluruh tahapan penanganan kanker tiroid, mulai dari evaluasi hingga terapi lanjutan.

“Melalui pendekatan teranostik, dokter dapat memahami kondisi penyakit sekaligus menentukan terapi yang paling sesuai bagi setiap pasien, sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih presisi dan efektif dengan tetap menjaga jaringan sehat,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Pada kasus kanker tiroid, penanganan umumnya diawali dengan pemeriksaan gejala klinis, seperti munculnya benjolan di leher atau adanya gangguan fungsi kelenjar tiroid. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan untuk memahami karakteristik penyakit secara lebih menyeluruh.

Setelah pasien menjalani operasi atau tindakan medis lainnya, sebagian pasien masih memerlukan evaluasi lanjutan guna memastikan tidak ada jaringan tiroid maupun sel kanker yang tertinggal. Pada tahap ini, kedokteran nuklir membantu dokter memperoleh gambaran kondisi penyakit secara lebih akurat. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

Baca juga:  Satpol PP dan WH Aceh Besar Pastikan Gangguan Trantibum di Bukit Lamreh Tidak Terulang

Untuk kasus kanker tiroid tertentu, salah satu terapi yang dapat diberikan adalah terapi radioiodin. Menurut dr. Yustia, terapi ini ditentukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi pasien.

“Berdasarkan hasil evaluasi, dokter dapat menentukan apakah pasien memerlukan terapi radioiodin sebagai bagian dari penanganan lanjutan. Terapi ini bekerja dengan memanfaatkan kemampuan alami sel tiroid dalam menyerap yodium untuk membantu menargetkan jaringan yang masih tersisa setelah operasi,” jelasnya.

Pemeriksaan Lanjutan dengan PET-CT dan SPECT-CT

Untuk memastikan kondisi pasien tetap terpantau dengan baik, pemeriksaan lanjutan melalui pencitraan medis sering kali diperlukan. Pemeriksaan ini bertujuan memberikan gambaran kondisi tubuh secara lebih menyeluruh.

Layanan tersebut kini tersedia di Poli Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), termasuk pemeriksaan Positron Emission Tomography-Computed Tomography (PET-CT) Scan dan Single-Photon Emission Computed Tomography-Computed Tomography (SPECT-CT) Scan.

Ketersediaan layanan ini memberikan alternatif bagi pasien di Indonesia untuk memperoleh pemeriksaan medis berteknologi canggih tanpa harus melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk ke Malaysia.

Pemeriksaan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan membantu dokter mendapatkan gambaran kondisi tubuh secara menyeluruh melalui hasil pencitraan yang lebih tajam, waktu pemeriksaan yang lebih cepat, serta paparan radiasi yang lebih rendah. Teknologi ini saat ini baru dimiliki oleh kurang dari 10 rumah sakit di Indonesia.

Baca juga:  Galian C Ilegal di Aceh Tamiang Terkesan Dilindungi, AWF Desak Polda Aceh Turun Tangan

Kehadiran teknologi tersebut dinilai penting, terutama bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan berulang, karena dapat membantu meminimalkan risiko jangka panjang akibat paparan radiasi.

Terintegrasi dengan Oncology Center

Layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan merupakan bagian dari pendekatan comprehensive cancer care yang terintegrasi dengan Oncology Center.

Penanganan tumor dan kanker di Oncology Center dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin. Selain itu, tersedia pula Tumor Board yang aktif memberikan rekomendasi rencana perawatan terbaik bagi pasien.

Mayapada Hospital juga menyediakan layanan Patient Navigator yang terdiri atas dokter dan perawat untuk mendampingi pasien selama menjalani perawatan.

Bagi pasien maupun keluarga yang membutuhkan pemeriksaan dan evaluasi kanker melalui PET-CT Scan atau SPECT-CT Scan, konsultasi dengan dokter spesialis onkologi dan kedokteran nuklir di Mayapada Hospital dapat dijadwalkan melalui call center 150770 atau aplikasi MyCare.

Aplikasi MyCare juga dilengkapi fitur Personal Health yang memungkinkan pengguna memantau kebugaran tubuh melalui perhitungan detak jantung, jumlah langkah kaki, kalori yang terbakar, serta Body Mass Index (BMI). Sementara itu, layanan kegawatdaruratan medis Mayapada Hospital dapat diakses melalui nomor 150990. []

Berita Populer

Berita Terkait