Satu Tahun Kepemimpinan Zulkifli–Suradji: Melanjutkan dan Menguatkan Pembangunan Sabang

BANDA ACEH – Sabang hadir dengan bentang alam yang mempesona, laut yang menjadi rumah bagi kekayaan bahari, serta posisi geografis yang menjadikannya gerbang paling ujung negeri. Namun, di balik keindahan itu, Sabang juga menghadapi berbagai tantangan khas wilayah kepulauan yang tidak sederhana.

Keterbatasan fiskal, efisiensi anggaran, kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat, hingga tuntutan menjaga laju ekonomi masyarakat harus berjalan dalam satu tarikan napas pembangunan. Pada titik inilah pembangunan Sabang tidak cukup hanya bertumpu pada perencanaan teknokratis, tetapi juga pada kemampuan membangun kolaborasi dan memperluas jejaring dukungan, termasuk dengan pemerintah pusat.

Memasuki tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, bersama Wakil Wali Kota Suradji Junus, berbagai upaya pembangunan terus dilanjutkan dan diperkuat melalui peningkatan layanan dasar, perlindungan sosial, pengembangan sektor unggulan daerah, serta penguatan sinergi dengan pemerintah pusat. Kerangka pembangunan tersebut diarahkan agar manfaat yang dirasakan masyarakat semakin nyata.

Dalam pelaksanaannya, tahun 2025 menjadi periode penguatan tata kelola dan percepatan berbagai agenda pembangunan daerah. Sejumlah capaian mulai menunjukkan hasil, di antaranya diraihnya penghargaan Ecological Fiscal Transfer (EFT) 2025 pada Konferensi Nasional Pendanaan Ekologis VI di Jakarta.

Pada tahun yang sama, Proyek Rumah Sakit Terpadu Sabang masuk dalam daftar Peluang Investasi Daerah Tahun 2025 yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Pemerintah Kota Sabang juga menerima penghargaan sebagai Kota Tercepat dalam Pengesahan Badan Hukum Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Aceh serta meraih Penghargaan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.

Memasuki tahun 2026, capaian tersebut kembali diperkuat dengan diraihnya Universal Health Coverage (UHC) Award dari BPJS Kesehatan. Pada periode yang sama, Pemerintah Kota Sabang juga memperoleh predikat “Informatif” dalam Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 dari Komisi Informasi Aceh (KIA).

Konsistensi kinerja tersebut turut tercermin dari keberhasilan Pemerintah Kota Sabang mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian itu sekaligus menjadi raihan WTP ke-14 secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

Baca juga:  Brasil vs Maroko: Prediksi Skor, Head to Head, dan Peluang Menang di Piala Dunia 2026

Di sisi lain, penguatan layanan dasar juga diikuti keberlanjutan berbagai program perlindungan masyarakat. Program Geunaseh terus berjalan sebagai upaya pencegahan stunting dan pemenuhan gizi anak. Subsidi LPG 3 kilogram tetap disalurkan guna menjaga daya beli masyarakat, sementara bantuan listrik berbasis gampong terus diberikan untuk meringankan beban rumah tangga.

Pada sektor pendidikan, Pemerintah Kota Sabang melanjutkan dukungan melalui bantuan biaya pendidikan mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat. Program ini diarahkan untuk mendukung wajib belajar 12 tahun yang bermutu sekaligus membantu meringankan beban pendidikan peserta didik.

Seiring menguatnya layanan dasar dan perlindungan sosial, perhatian pembangunan juga terus diarahkan pada sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Keindahan Iboih, Pulau Rubiah, Kilometer Nol Indonesia, Danau Aneuk Laot, Gunung Api Jaboi, Air Terjun Pria Laot, dan berbagai destinasi lainnya tetap menjadi magnet yang menarik kunjungan wisatawan.

Namun, pariwisata Sabang tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan. Lebih dari itu, sektor ini hidup dalam denyut ekonomi masyarakat, mulai dari tumbuhnya UMKM, meningkatnya tingkat hunian penginapan, ramainya rumah makan, bergeraknya sektor transportasi lokal, hingga aktivitas nelayan wisata dan pelaku ekonomi kreatif yang menggantungkan penghidupan dari sektor tersebut.

Penguatan ekonomi kreatif yang tumbuh bersama sektor pariwisata juga membuahkan prestasi melalui diraihnya Penghargaan Serambi Ekraf Tahun 2025 pada kategori Inovasi Motif Khas Bungong Ue dan Geulumbang.

Selain pariwisata, pengembangan sektor pertanian menjadi perhatian khusus Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Pada awal masa kepemimpinannya, upaya tersebut diperkuat melalui dukungan Kementerian Pertanian pada tahun 2025 berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), yakni traktor roda empat dan pompa air.

“Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu upaya yang terus kita dorong di Sabang. Dukungan alat pertanian sangat membantu masyarakat, khususnya dalam pengolahan lahan agar lebih efektif dan produktif. Harapannya, sektor pertanian bisa terus berkembang dan memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam.

Baca juga:  DPR Setujui Naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery

Selain pengembangan padi gogo, Sabang juga memiliki potensi komoditas pertanian dan perkebunan seperti cengkeh, salak, nilam, alpukat, kakao, kelapa, pinang, serta berbagai komoditas lainnya yang terus didorong untuk berkembang. Kakao menjadi salah satu komoditas unggulan yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi petani, tetapi juga berkembang melalui industri pengolahan lokal seperti Cokbang dan Cokinol yang kini menjadi bagian dari wisata edukasi di Sabang.

Di balik berbagai capaian tersebut, terdapat kerja yang kerap tidak terlihat di permukaan, yakni upaya memperkuat akses pembangunan melalui pemerintah pusat. Dalam satu tahun terakhir, Wali Kota Sabang aktif membangun komunikasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, sekaligus memperkuat jejaring dengan anggota DPR RI lintas partai untuk memperjuangkan program dan anggaran bagi daerah.

Langkah ini menjadi krusial di tengah keterbatasan fiskal daerah dan tantangan efisiensi anggaran nasional. Dalam kondisi tersebut, sinergi menjadi kunci agar pembangunan tetap bergerak dan tidak kehilangan arah.

Upaya tersebut kemudian diperkuat melalui hadirnya sejumlah program strategis, termasuk pembangunan desa nelayan di tiga lokasi. Dari alokasi program pemerintah pusat untuk Aceh dengan nilai sekitar Rp30 miliar per desa nelayan, Sabang berhasil memperoleh tiga titik sekaligus, yakni di Gampong Jaboi, Gampong Keneukai, dan Gampong Batee Shoek

Selain itu, Sabang juga memperoleh bantuan 100 unit rumah nelayan tipe 36 serta pembangunan infrastruktur jalan yang bersumber dari APBN. Meskipun sejumlah program tersebut dikelola melalui mekanisme pemerintah pusat, manfaatnya tetap dirasakan langsung oleh masyarakat Sabang.

“Kita bersyukur hubungan dengan pemerintah pusat terus terjalin dengan baik. Sejumlah dukungan anggaran yang diberikan sangat membantu daerah, sehingga berbagai program pembangunan dan kebutuhan masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik,” tambah Zulkifli.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, berbagai capaian dan penguatan yang telah berjalan menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh. Penguatan layanan dasar, perlindungan sosial, pengembangan pariwisata, ketahanan pangan, serta perluasan kerja sama dengan pemerintah pusat akan terus menjadi arah pembangunan Sabang, dengan tujuan agar manfaat pembangunan semakin dirasakan oleh seluruh masyarakat. []

Berita Populer

Berita Terkait