Panglima TNI dan Kapolri Masih Orang Lama, Presiden Prabowo Perlu Lakukan Pergantian

JAKARTA – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menyebut bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Jaksa Agung ST Burhanudin saat ini masih orang lama, belum ada pergantian.

Menurut Amir, perlu dilakukan pergantian sebagai sinyal bahwa Presiden Prabowo benar-benar memiliki kekuatan untuk mengonsolidasikan pemerintahan.

Prabowo saat ini telah memiliki kekuasaan secara konstitusional, namun belum sepenuhnya memiliki kekuatan politik dan kelembagaan untuk mengendalikan seluruh instrumen strategis negara.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, indikator utama dari belum kuatnya konsolidasi kekuasaan Prabowo terlihat dari masih bertahannya sejumlah pejabat strategis yang berasal dari periode pemerintahan sebelumnya, termasuk di sektor pertahanan, keamanan, dan penegakan hukum.

Baca juga:  Tgk H. Januar Hasan Apresiasi Respons Cepat PLN Realisasikan Pemasangan Tiang Listrik di Surien Banda Aceh

“Panglima TNI masih orang lama. Begitu juga Kapolri. Jaksa Agung juga perlu dilakukan pergantian. Pergantian itu akan menjadi sinyal bahwa Presiden benar-benar memiliki kekuatan untuk mengonsolidasikan pemerintahannya,” ujar Amir, dikutip Senin 3 Agustus 2026.

Amir menilai dalam sistem presidensial, legitimasi yang diperoleh melalui pemilu memang memberikan kewenangan penuh kepada presiden.

Namun dalam praktik politik, efektivitas pemerintahan juga dipengaruhi oleh kemampuan mengendalikan birokrasi, aparat keamanan, serta lembaga penegak hukum.

“Kekuasaan formal belum tentu identik dengan kemampuan menjalankan seluruh agenda politik secara efektif,” kata Amir.

Baca juga:  Resmi! Misbahul Munir Daftar Calon Ketum PNA, Didukung 18 DPW

Ia mengatakan, apabila posisi-posisi strategis masih diisi figur yang dipersepsikan publik memiliki kedekatan dengan rezim sebelumnya, maka ruang manuver politik Presiden dinilai belum sepenuhnya solid.

Amir juga menyoroti berkembangnya persepsi di ruang publik bahwa Presiden Prabowo masih berada di bawah bayang-bayang pengaruh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

“Selama persepsi itu masih berkembang, Presiden Prabowo membutuhkan langkah-langkah politik yang mampu menunjukkan independensi dalam mengambil keputusan,” kata Amir.[]

Berita Populer

Berita Terkait