ACEH TENGGARA – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong terus menjadi kekuatan dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Hal tersebut kembali ditunjukkan Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam pemasangan papan lantai Jembatan Gantung Perintis yang berada di Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan lanjutan pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang nantinya diharapkan mampu memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini menggunakan jalur menuju areal perkebunan.
Kehadiran jembatan tersebut dinilai sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas perekonomian warga yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Babinsa Desa Kuta Ujung, Serda Jumaridin, bersama masyarakat bahu-membahu mengerjakan pemasangan papan lantai jembatan.
Proses pekerjaan dilakukan secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan ketelitian, ketepatan pemasangan serta aspek keselamatan kerja, mengingat papan lantai merupakan salah satu bagian penting yang akan menjadi tumpuan utama bagi masyarakat ketika jembatan nantinya mulai digunakan.
Pemasangan papan lantai dilakukan secara bertahap dan terukur agar setiap bagian dapat terpasang dengan baik serta memiliki kekuatan dan ketahanan yang memadai. Tahapan tersebut menjadi salah satu pekerjaan penting dalam proses penyelesaian pembangunan jembatan, sehingga pengerjaannya tidak hanya membutuhkan tenaga, tetapi juga kekompakan, ketelitian dan koordinasi antara personel yang terlibat.
Serda Jumaridin menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Sejak pekerjaan dimulai, warga secara sukarela turut membantu dalam berbagai tahapan pembangunan, mulai dari persiapan lokasi, pengerjaan pondasi, pemasangan rangka besi hingga pemasangan papan lantai.
“Semangat gotong royong masyarakat sangat kuat. Babinsa bersama warga saling bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pembangunan. Pemasangan papan lantai ini kami kerjakan dengan teliti dan hati-hati karena bagian tersebut menjadi salah satu komponen penting yang menentukan keamanan dan ketahanan jembatan saat nantinya digunakan masyarakat,” ujar Serda Jumaridin.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan bukan hanya membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga mencerminkan adanya rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang sedang dibangun. Dengan ikut terlibat secara langsung, masyarakat diharapkan dapat menjaga dan merawat jembatan tersebut setelah selesai dibangun sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Lebih lanjut, Serda Jumaridin menjelaskan bahwa keberadaan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung nantinya akan memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat. Jembatan tersebut akan menjadi akses alternatif yang lebih mudah bagi warga untuk menuju areal perkebunan maupun sebaliknya, sehingga aktivitas sehari-hari masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Bagi para petani, akses tersebut juga diharapkan dapat mempermudah proses pengangkutan berbagai kebutuhan pertanian maupun hasil perkebunan. Dengan akses yang lebih baik, waktu tempuh dapat dipersingkat dan biaya operasional masyarakat dapat ditekan. Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Jembatan ini nantinya bukan hanya menjadi penghubung secara fisik, tetapi juga diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat. Terutama bagi para petani, kemudahan menuju lahan perkebunan dan membawa hasil pertanian tentu akan sangat membantu aktivitas mereka sehari-hari,” tambahnya.
Di sisi lain, kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi sarana bagi Babinsa untuk semakin mempererat komunikasi dan hubungan dengan masyarakat di wilayah binaannya. Kehadiran Babinsa secara langsung di tengah-tengah warga tidak hanya dalam konteks pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan, kepedulian dan kepercayaan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.
Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pembangunan infrastruktur tersebut merupakan salah satu wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. Melalui pendekatan yang humanis dan kebersamaan, Babinsa berupaya mendorong masyarakat untuk terus mempertahankan budaya gotong royong sebagai modal sosial dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan akan lebih optimal apabila didukung oleh sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, TNI, serta masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi dalam mewujudkan fasilitas umum yang benar-benar memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.
Hingga saat ini, proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung terus berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Kekompakan antara Babinsa dan masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga kelancaran pekerjaan di lapangan.
Melalui semangat gotong royong yang terus dipelihara, diharapkan pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Setelah rampung, Jembatan Gantung Perintis diharapkan mampu menjadi sarana penghubung yang aman dan bermanfaat, memperlancar mobilitas warga, meningkatkan konektivitas menuju kawasan perkebunan, serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian.
Lebih jauh, keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Kuta Ujung dan sekitarnya. Dengan akses yang semakin mudah, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas pertanian dan perkebunan secara lebih produktif, sehingga pembangunan infrastruktur tersebut benar-benar menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan Babinsa dan masyarakat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Bukan sekadar membangun sebuah sarana penghubung, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kepedulian dan gotong royong dalam mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.[]


