BANDA ACEH – Misbahul Munir resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) periode 2026–2031. Berkas pencalonannya diserahkan kepada Steering Committee (SC) Kongres II PNA di Sekretariat Kongres II PNA, Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Senin (3/8/2026).
Berkas tersebut diterima langsung Ketua SC Kongres II PNA, Teungku H. Zamzami A. Rani atau Abu Tausi, disaksikan panitia pelaksana dan sejumlah pengurus partai. Penyerahan itu menandai rampungnya proses pendaftaran Misbahul Munir sebagai bakal calon Ketua Umum PNA.
Ketua Pelaksana Kongres II PNA, Tgk Nurdin Ramli, mengatakan pendaftaran bakal calon Ketua Umum PNA telah dibuka sejak 31 Juli dan akan berlangsung hingga 6 Agustus 2026. Seluruh berkas yang masuk akan diverifikasi berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan Steering Committee.
“Kongres II PNA akan dilaksanakan pada 8 hingga 9 Agustus 2026 di Hotel Grand Nanggroe. Hari ini kami melakukan pemeriksaan terhadap seluruh persyaratan yang telah ditetapkan Steering Committee berdasarkan hasil rapat sebelumnya,” kata Nurdin.
Ia menjelaskan, terdapat tiga syarat utama yang harus dipenuhi bakal calon, yakni formulir pendaftaran, dukungan minimal 30 persen dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) kabupaten/kota, serta kontribusi untuk pelaksanaan Kongres II PNA.
Menurut Nurdin, seluruh dokumen yang diserahkan Misbahul Munir telah memenuhi persyaratan administrasi.
“Dengan adanya penyerahan berkas hari ini, maka dokumen yang dipersyaratkan dinyatakan lengkap. Selanjutnya, penetapan bakal calon akan dilakukan pada Kongres II PNA,” ujarnya.
Dalam proses verifikasi, Misbahul Munir yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PNA Aceh Utara mengantongi dukungan dari 18 DPW kabupaten/kota, yakni Aceh Utara, Aceh Selatan, Kota Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Barat, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Simeulue, Aceh Singkil, Kota Subulussalam, Bener Meriah, Nagan Raya, Aceh Jaya, dan Aceh Tamiang.



