BANDA ACEH – Pegawai Tetap Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan syukuran yang dirangkai dengan santunan kepada anak yatim di kawasan Pantai Ladong, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan sivitas akademika USK.
Perwakilan panitia, Iqbalul Hadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian sosial keluarga besar USK kepada anak-anak yatim.
Ia mengapresiasi seluruh pimpinan dan pegawai tetap USK yang telah berpartisipasi serta menginfakkan sebagian rezekinya untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini bukan sekadar ungkapan rasa syukur kami, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim sebagai bentuk rasa syukur seluruh keluarga besar USK,” kata Iqbalul.
Ia berharap seluruh pegawai yang telah berkontribusi memperoleh keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Semoga Allah SWT melipatgandakan pahala, memberikan keberkahan dalam harta, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap urusan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan USK, Dr. Fairuzzabadi, S.E., M.Sc., menilai kegiatan kebersamaan seperti ini penting untuk terus dipelihara di tengah padatnya aktivitas pekerjaan.
Menurutnya, lingkungan kerja seharusnya menjadi “rumah kedua” bagi setiap pegawai sehingga nilai-nilai kekeluargaan perlu terus dibangun.
“Kita menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja daripada di rumah. Rumah mungkin hanya menjadi tempat untuk beristirahat, sehingga tempat kerja harus kita jadikan sebagai rumah kedua. Karena itu, nilai kekeluargaan menjadi sangat penting,” katanya.
Fairuzzabadi mengatakan perbedaan pendapat maupun tantangan dalam pekerjaan merupakan hal yang lumrah. Namun, persoalan tersebut harus diselesaikan dengan baik agar tidak mengganggu kenyamanan dan produktivitas kerja.
Ia menambahkan kesejahteraan pegawai tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari terciptanya lingkungan kerja yang nyaman, harmonis, dan saling mendukung.
Selain itu, USK terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan sumber daya manusia, termasuk melalui penataan pegawai berdasarkan kompetensi dan keahlian masing-masing agar setiap pegawai dapat bekerja secara optimal.
“Sekarang statusnya sudah menjadi pegawai tetap, sehingga kita berupaya agar semuanya memiliki kesempatan yang sama, termasuk dalam pengembangan jabatan fungsional. Karena itu, kami memohon dukungan dan kerja sama dari seluruh pegawai,” ujarnya.
Fairuzzabadi juga mengajak seluruh pegawai untuk memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan memajukan institusi.
“Kita berada di garda terdepan dalam memberikan pelayanan. Oleh karena itu, pelayanan prima harus menjadi budaya kerja kita. Mari menjaga area kerja masing-masing dan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi institusi,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek pengelolaan sumber daya manusia yang perlu terus disempurnakan agar USK semakin profesional serta mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas.[]



