Kemkomdigi Tambah Kapasitas Internet Satelit untuk Jaga Konektivitas Sangihe dan Sitaro

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengambil langkah cepat untuk menjaga layanan telekomunikasi dan internet masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, tetap berjalan selama proses restorasi kabel laut Palapa Ring segmen Tahuna-Melonguane.

Sebagai langkah mitigasi, Kemkomdigi melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menambah kapasitas bandwidth hingga mencapai 50-150 Mbps pada 154 titik akses layanan menggunakan jaringan Satelit Republik Indonesia (Satria).

Idul Adha 1447 H

Selain itu, kemkomdigi juga terus berkoordinasi dengan operator seluler guna memastikan konektivitas pada titik-titik layanan publik dan objek vital di wilayah tersebut tetap terjaga.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan komunikasi, layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan tetap terhubung.

HARI LAHIR PANCASILA

Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Indra Maulana mengatakan pemerintah terus memprioritaskan keberlangsungan layanan bagi masyarakat sembari mengawal proses restorasi infrastruktur yang sedang berlangsung.

Baca juga:  Pemkab Aceh Besar Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

“Seluruh manuver operasional serta penggunaan peralatan bawah laut harus dilakukan secara sangat terukur. Kami harus berhati-hati untuk menjaga keamanan serta keandalan infrastruktur telekomunikasi eksisting di sekitar area kerja,” ujar Indra di Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2026).

Sementara itu, Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Darien Aldiano menyampaikan bahwa seluruh tim tetap bekerja maksimal untuk mempercepat proses pemulihan jaringan.

“Kami memohon maaf atas penyesuaian jadwal ini. Walau menghadapi tantangan cuaca dan karakteristik dasar laut yang ekstrem, seluruh tim teknis tetap berupaya maksimal. Pekerjaan terus dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan jaringan agar layanan kembali normal secepatnya,” kata Darien.

Pekerjaan restorasi menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan. Selain kondisi cuaca laut yang dinamis, area pekerjaan juga berada di dekat koridor kabel laut aktif segmen Ondong Siau-Tahuna sehingga seluruh proses harus dilakukan dengan tingkat presisi yang tinggi.

Baca juga:  Samsung Tinggalkan Skema Penamaan Galaxy Z Fold Lama gara-gara HP Lipat Baru?

Tim teknis juga menghadapi kondisi dasar laut yang didominasi batuan dengan kontur yang curam. Situasi tersebut membuat proses identifikasi dan penanganan kabel memerlukan kehati-hatian lebih untuk menjaga keselamatan pekerjaan sekaligus memastikan kualitas hasil restorasi.

Dengan mempertimbangkan kondisi operasional tersebut, target penyelesaian pekerjaan dan jadwal Ready For Service (RFS) yang semula direncanakan pada periode 28 Mei hingga 2 Juni 2026 diproyeksikan disesuaikan hingga 6 Juni 2026.

Kemkomdigi terus berkomitmen mengawal proses restorasi hingga tuntas serta memastikan masyarakat di Sangihe dan Sitaro tetap mendapatkan akses komunikasi dan layanan digital yang andal sebagai bagian dari upaya menghadirkan konektivitas yang merata hingga wilayah perbatasan Indonesia.[]

Berita Populer

Berita Terkait