FORKI Aceh Siapkan Wasit dan Pelatih Berkualitas untuk Kejurda Pidie

PIDIE – Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Aceh menggelar pelatihan bagi wasit dan pelatih karate sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga karate di Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Kamis (16/7/2026).

Pelatihan itu menjadi bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORKI Aceh 2026 yang memperebutkan Piala Bupati dan Wakil Bupati Pidie. Kejuaraan tersebut juga menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-515 Kabupaten Pidie.

Kegiatan menghadirkan Ketua Dewan Wasit Pengurus Besar (PB) FORKI, Arif Nugraha, serta Koordinator Perwasitan PB FORKI, Sensei Nova Basriana, sebagai narasumber.

Puluhan peserta yang terdiri atas wasit dan pelatih dari berbagai perguruan karate di Aceh mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapatkan materi mengenai perkembangan terbaru regulasi pertandingan, teknik perwasitan, metode kepelatihan, hingga penyamaan persepsi dalam penerapan aturan sesuai standar PB FORKI.

Baca juga:  Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum FORKI Aceh Hendra Darmawan, SH, yang mewakili Ketua Umum FORKI Aceh Sulaiman, SE.

Dalam sambutannya, Sulaiman mengatakan peningkatan kompetensi wasit dan pelatih menjadi salah satu prioritas organisasi untuk mendukung pembinaan atlet karate di Aceh.

Menurut dia, kualitas sumber daya manusia memiliki peran penting dalam menciptakan pembinaan atlet yang berprestasi sekaligus penyelenggaraan pertandingan yang profesional, objektif, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Pelatihan ini bertujuan menambah wawasan, pengetahuan, dan kemampuan para wasit serta pelatih agar mampu mengikuti perkembangan regulasi karate yang terus diperbarui. Dengan demikian, kualitas pembinaan atlet di Aceh juga akan semakin meningkat,” kata Sulaiman.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hendra Darmawan mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari pematangan persiapan teknis menjelang Kejurda FORKI Aceh 2026.

Ia menilai, keberadaan wasit dan pelatih yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan kejuaraan.

Baca juga:  Pemerintah Targetkan Pembenahan Program MBG Rampung dalam Sebulan

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk pematangan persiapan Kejurda FORKI Aceh Tahun 2026. Kami ingin seluruh perangkat pertandingan, khususnya wasit dan pelatih, memiliki pemahaman yang sama terhadap aturan pertandingan sehingga kejuaraan dapat berlangsung profesional, adil, dan berkualitas,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, Kejurda FORKI Aceh 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh, tetapi juga menjadi sarana pembinaan serta penjaringan atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat nasional.

Melalui pelatihan tersebut, FORKI Aceh berharap kualitas pembinaan karate di daerah terus meningkat, baik dari aspek kepelatihan, perwasitan, maupun pengembangan prestasi atlet.

Kejurda FORKI Aceh 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15–19 Juli 2026 di Kabupaten Pidie sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-515 Kabupaten Pidie. Diharapkan, kejuaraan itu menjadi momentum kebangkitan prestasi karate Aceh di tingkat nasional.[]

Berita Populer

Berita Terkait