JAKARTA – Digitalisasi layanan kesehatan kini tidak lagi hanya menjadi kebutuhan rumah sakit besar. Dokter dan bidan yang membuka praktik mandiri juga mulai dituntut menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi dengan SATUSEHAT. Namun, biaya implementasi masih menjadi tantangan bagi banyak tenaga kesehatan.
Di tengah meningkatnya biaya operasional, banyak praktik mandiri membutuhkan sistem digital dengan fitur dasar yang sesuai kebutuhan, tetapi tetap terjangkau dan dapat berkembang seiring bertambahnya skala layanan.
Menjawab kebutuhan tersebut, eHealth menghadirkan eHealth Lite, solusi RME untuk praktik mandiri dengan biaya berlangganan mulai sekitar Rp30.000 per bulan.
Produk ini dirancang agar lebih banyak tenaga kesehatan dapat terhubung dengan SATUSEHAT tanpa harus mengeluarkan investasi teknologi yang besar.
Chief Executive Officer (CEO) eHealth, Ibrohim Kholilul Islam, mengatakan masih banyak tenaga kesehatan yang ingin beralih ke sistem digital, tetapi menganggap implementasi RME membutuhkan biaya tinggi.
“Melalui eHealth Lite, perusahaan menawarkan biaya yang telah mencakup keseluruhan total cost of ownership (TCO), sehingga pengguna tidak perlu khawatir terhadap biaya tambahan untuk pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (14/7/2026).
Menurut Ibrohim, banyak dokter praktik mandiri dan bidan sebenarnya sudah ingin menggunakan RME, tetapi masih menunda karena menganggap biaya implementasinya terlalu mahal.
“Kami ingin transformasi digital kesehatan dapat diakses oleh semua tenaga kesehatan, bukan hanya fasilitas kesehatan yang memiliki anggaran besar,” katanya.
Dukung praktik mandiri terhubung dengan SATUSEHAT
Integrasi dengan SATUSEHAT kini menjadi bagian penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional. Meski demikian, proses digitalisasi masih menjadi tantangan bagi praktik mandiri yang memiliki keterbatasan anggaran maupun sumber daya.
Melalui eHealth Lite, dokter praktik mandiri dapat mulai menggunakan RME yang telah mendukung integrasi SATUSEHAT dengan proses implementasi yang lebih sederhana.
Bagi eHealth, kehadiran produk tersebut bukan sekadar menambah pilihan layanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses digitalisasi di sektor kesehatan.
“Kami ingin menghilangkan anggapan bahwa menggunakan RME itu mahal dan rumit. Semakin banyak praktik mandiri yang menggunakan RME dan terkoneksi dengan SATUSEHAT, semakin baik pula kualitas ekosistem data kesehatan di Indonesia. Itu menjadi tujuan yang ingin kami dorong bersama,” ujar Ibrohim.
Mengapa biayanya lebih terjangkau?
Harga yang lebih rendah dibandingkan sebagian solusi RME lainnya bukan diperoleh dengan mengurangi kualitas sistem maupun keamanan data, melainkan dengan menyederhanakan fitur agar benar-benar sesuai kebutuhan praktik mandiri.
Dengan pendekatan tersebut, proses pengembangan dan implementasi menjadi lebih efisien. Strategi ini juga merupakan hasil pengalaman eHealth selama sekitar 10 tahun melayani pasar software as a service (SaaS) kesehatan di Indonesia melalui proses validasi kebutuhan pelanggan.
Karena hanya menghadirkan fitur-fitur esensial, sistem menjadi lebih ringan dan mudah digunakan. Fitur lanjutan yang umumnya dibutuhkan klinik besar atau rumah sakit tidak disertakan, sehingga tenaga kesehatan dapat beradaptasi lebih cepat tanpa harus mempelajari sistem yang kompleks.
Meski demikian, eHealth Lite tetap menjadi bagian dari ekosistem eHealth. Ketika praktik berkembang menjadi klinik atau membutuhkan fitur yang lebih lengkap, pengguna dapat meningkatkan layanan ke eHealth Premium tanpa perlu berpindah platform maupun melakukan migrasi data.
Dengan pendekatan tersebut, praktik mandiri dapat memulai digitalisasi dengan investasi yang lebih ringan sekaligus memiliki ruang untuk meningkatkan kapasitas sistem seiring pertumbuhan usaha.
Meski menawarkan harga yang lebih terjangkau, eHealth tetap memberikan layanan pendampingan implementasi, integrasi SATUSEHAT, hingga dukungan teknis apabila pengguna mengalami kendala.
Pendampingan tersebut diharapkan membantu dokter dan tenaga kesehatan yang baru pertama kali menggunakan RME agar lebih percaya diri dalam beradaptasi dengan sistem digital.
Dua pilihan paket
eHealth Lite tersedia dalam dua pilihan paket berlangganan, yakni paket bulanan seharga Rp70.000 dan paket tahunan sebesar Rp450.000.
Jika dihitung secara rata-rata, biaya paket tahunan hanya sekitar Rp37.500 per bulan sehingga menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi praktik mandiri.
Skema tersebut memberikan fleksibilitas bagi dokter maupun tenaga kesehatan untuk memilih paket sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Seluruh proses pendaftaran eHealth Lite dapat dilakukan secara self-service melalui laman resmi eHealth. Pengguna cukup memilih paket yang diinginkan, mengisi data fasilitas kesehatan seperti nama praktik, dokter, nomor telepon, alamat email, serta data asisten apabila diperlukan.
Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari Virtual Account, dompet digital, hingga QRIS. Setelah pembayaran berhasil diverifikasi, akun akan dikirim melalui email atau WhatsApp sehingga pengguna dapat langsung menggunakan sistem sekaligus memulai proses integrasi dengan SATUSEHAT.
Meski proses registrasi dibuat sederhana, eHealth tetap menyediakan layanan pendampingan implementasi, bantuan integrasi SATUSEHAT, serta dukungan melalui grup WhatsApp apabila pengguna membutuhkan bantuan selama menggunakan sistem.
Dirancang mengikuti perkembangan praktik
Selain mendukung integrasi SATUSEHAT, eHealth Lite berbasis cloud sehingga tidak memerlukan server sendiri dan dapat diakses melalui internet.
Sistem ini juga dirancang agar dapat berkembang bersama pengguna. Ketika praktik mandiri berubah menjadi klinik, membuka cabang baru, atau membutuhkan pengelolaan layanan yang lebih kompleks, pengguna dapat meningkatkan layanan ke eHealth Premium tanpa harus mengganti sistem yang sudah digunakan.
eHealth Premium menghadirkan fitur yang lebih lengkap untuk operasional fasilitas kesehatan, mulai dari pengelolaan klinik multicabang, farmasi, laboratorium, inventori, penjadwalan layanan, hingga berbagai modul operasional lainnya.
Karena berada dalam satu ekosistem, proses transisi dinilai lebih mudah tanpa mengganggu keberlanjutan data.
Menurut Ibrohim, digitalisasi tidak harus dimulai dari sistem yang kompleks. Ia berharap semakin banyak tenaga kesehatan menyadari bahwa penggunaan RME tidak harus mahal.
“Mulailah dengan sistem yang sesuai kebutuhan saat ini. Ketika praktik berkembang, sistemnya pun dapat ikut berkembang. Itulah komitmen kami dalam mendukung transformasi digital layanan kesehatan yang berkelanjutan,” tutup Ibrohim.[]



