AHY Tunjuk Dedi Sumardi Nurdin sebagai Ketua Pengda Overlanding Aceh

JAKARTA — Organisasi komunitas petualangan dan eksplorasi darat Overlanding Indonesia resmi memperkuat struktur kepengurusannya hingga ke tingkat daerah. Founder Overlanding Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengukuhkan Irjen Pol Arif Rachman sebagai Ketua Umum Overlanding Indonesia periode 2026–2029 dalam acara yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis, 23 April 2026.

Pengukuhan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam gelaran Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 yang turut menghadirkan berbagai komunitas petualangan dan otomotif dari seluruh Indonesia.

Selain menetapkan ketua umum, AHY juga mengukuhkan sembilan ketua pengurus daerah (Pengda) dari berbagai provinsi sebagai bagian dari perluasan organisasi di tingkat wilayah. Salah satu yang mendapat mandat adalah Dedi Sumardi Nurdin sebagai Ketua Pengda Overlanding Indonesia Provinsi Aceh.

Dedi Sumardi Nurdin dikenal sebagai tokoh muda dan pengusaha asal Aceh. Ia juga tercatat sebagai alumni Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Penunjukan tersebut menempatkannya pada posisi strategis dalam pengembangan organisasi di daerah, khususnya di Provinsi Aceh.

Baca juga:  Tingkatkan Layanan untuk Warga Kota, Komisi IV DPRK Banda Aceh Dorong Revitalisasi dan Penataan Ulang IGD

Penguatan struktur organisasi ini disebut menjadi langkah strategis Overlanding Indonesia untuk memperluas peran komunitas, tidak hanya sebagai wadah hobi otomotif dan petualangan, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang menyentuh isu kemanusiaan, lingkungan, hingga pengembangan pariwisata daerah.

Dalam keterangannya, Dedi Sumardi Nurdin menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk mengembangkan organisasi di Aceh secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Saya siap dan merasa bangga diberi kepercayaan oleh Bapak Agus Harimurti Yudhoyono. Kami akan terus mengibarkan bendera organisasi di Provinsi Aceh untuk kegiatan kemanusiaan, sosial, pariwisata, serta pelestarian lingkungan,” ujar Dedi.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi internal di Aceh guna menyusun program kerja yang selaras dengan kebijakan pengurus pusat. Fokus utama ke depan, kata dia, adalah memperkuat struktur organisasi sekaligus memastikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Baca juga:  Gubernur Aceh Hadiri Relaunching AMANAH, Dorong Peran Strategis Generasi Muda

“Ke depan, kami akan fokus memperkuat organisasi sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, AHY dalam sambutannya menegaskan bahwa komunitas overlanding memiliki peran penting yang lebih luas dari sekadar aktivitas petualangan. Menurut dia, komunitas ini dapat menjadi penggerak solidaritas sosial, edukasi kebencanaan, serta promosi destinasi wisata di Indonesia.

“Kami ingin Overlanding Indonesia menjadi komunitas yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi pusat dan daerah adalah kunci,” ujar AHY di hadapan ratusan anggota dan tamu undangan DXI 2026.

Dalam rangkaian DXI 2026, berbagai kendaraan overlanding yang telah dimodifikasi lengkap dengan atribut khas turut dipamerkan di area JICC. Booth Overlanding Indonesia juga menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi pengunjung selama pameran berlangsung.

Organisasi ini diharapkan mampu memperkuat jejaring komunitas petualangan di Indonesia sekaligus memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor, mulai dari sosial, lingkungan, hingga pariwisata berbasis daerah.[]

Berita Populer

Berita Terkait