Dilansir Al Jazeera, Minggu (8/11/2026), pejabat Kementerian Energi tersebut menyebutkan bahwa serpihan proyektil menghantam gedung administrasi Saudi Aramco dan menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan.
Meski demikian, tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.
Pihak berwenang terkait disebut telah segera merespons kejadian itu dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Arab Saudi Sempat Keluarkan Peringatan Bahaya
Sebelumnya, Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan potensi bahaya di ibu kota Riyadh menyusul ancaman serangan dari kelompok Houthi.
Dilansir Al Jazeera, Minggu (8/11/2026), peringatan tersebut hanya berlangsung selama beberapa menit. Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian mencabut peringatan bahaya tersebut.
Meski demikian, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk menghindari kerumunan serta tidak mengambil foto di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, kantor berita Saba yang dikelola kelompok Houthi melaporkan sedikitnya 33 orang tewas dan 39 lainnya terluka dalam sebuah insiden pada Sabtu (7/11/2026).
Peristiwa tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan sejak pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok yang berafiliasi dengan Iran itu kembali pecah pada Juli 2026.[]
Rakhmad Hidayatulloh Permana – detikNews
Sumber: detikNews


