Dekatkan Layanan kepada Nelayan, KSOP Malahayati Hadirkan Gerai E-Pas Kecil dan Edukasi Keselamatan Pelayaran di Pidie Jaya

PIDIE JAYA – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Malahayati terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan legalitas administrasi kapal dan keselamatan pelayaran bagi masyarakat nelayan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Gerai Elektronik Pas Kecil (E-Pas Kecil) yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran serta Sosialisasi Alur Penerbitan Rekomendasi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Aula Gedung Bappeda Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah nyata KSOP Malahayati dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat pesisir, khususnya pemilik kapal nelayan. Selain mempermudah pengurusan dokumen kapal, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan mengenai pentingnya legalitas kapal, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta penerapan standar keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.

Kepala KSOP Kelas IV Malahayati, Capt. Amfami, S.H., M.M., M.Mar., menegaskan bahwa legalitas dokumen kapal harus berjalan beriringan dengan kesadaran dan penerapan keselamatan pelayaran. Menurutnya, tertib administrasi merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kegiatan melaut yang aman, tertib, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

IMG 20261019 WA0008 e1792377786193

Ia menjelaskan bahwa proses pengurusan dokumen dan perizinan kapal saat ini telah terintegrasi secara elektronik melalui sistem E-Pas Kecil. Digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan pelayanan administrasi yang lebih mudah, efektif, dan transparan bagi masyarakat nelayan.

Meski demikian, Capt. Amfami menyadari bahwa penerapan layanan berbasis digital masih menjadi tantangan bagi sebagian nelayan, terutama mereka yang mengalami kendala akses internet maupun belum terbiasa mengoperasikan sistem elektronik. Oleh karena itu, KSOP Malahayati berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan agar seluruh nelayan dapat mengakses layanan tersebut dengan baik.

Baca juga:  Realisasi Tambahan TKD Aceh Capai Rp621,96 Miliar, Publik Bisa Pantau Lewat Portal P2K

“Kami akan terus membantu dan mendampingi nelayan yang mengalami kendala dalam pengurusan dokumen kapal melalui sistem elektronik. Meskipun pelayanan telah berbasis online, kami tetap hadir melalui pelayanan langsung atau jemput bola agar masyarakat mendapatkan bantuan yang diperlukan,” demikian penegasan Kepala KSOP Malahayati.

IMG 20261019 WA0007 e1792377805714

Melalui pendekatan tersebut, KSOP Malahayati berharap digitalisasi pelayanan tidak menjadi hambatan bagi masyarakat pesisir. Sebaliknya, sistem E-Pas Kecil diharapkan mampu memberikan kemudahan dalam pengurusan dokumen kapal, sekaligus meningkatkan kepatuhan administrasi dan menjangkau lebih banyak nelayan.

Selain pelayanan administrasi, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi keselamatan pelayaran dan sosialisasi alur penerbitan rekomendasi BBM bagi nelayan. Rangkaian kegiatan turut mencakup penyerahan E-Pas Kecil secara simbolis serta pembagian life jacket kepada pemilik kapal nelayan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesadaran dan penerapan keselamatan saat melaut.

Materi mengenai E-Pas Kecil dan keselamatan pelayaran disampaikan oleh Hasbi dan Ahmad Afandi Pulungan, S.S.T.Pel., M.AP. Sementara itu, materi terkait sektor perikanan daerah disampaikan oleh Robby Khairul Umam, S.Tr.Pi., selaku Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Ahli Pertama pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya.

IMG 20261019 WA0004 e1792377886448

Dalam sosialisasi tersebut, para nelayan diingatkan untuk memastikan kondisi kapal laik berlayar, melengkapi perlengkapan keselamatan, memperhatikan informasi cuaca, serta tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi tidak memungkinkan. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian penting dari upaya pencegahan kecelakaan dan perlindungan jiwa di laut.

Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, terutama dalam mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pascabencana banjir dan longsor. Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., yang membuka kegiatan tersebut, menekankan bahwa pemulihan pascabencana perlu diiringi dengan upaya menghidupkan kembali mata pencaharian dan menjaga pendapatan masyarakat.

Baca juga:  Pangdam IM Baru Mahesa Fitriadi Disambut Wagub Aceh dan Forkopimda

“Kita ingin sektor perikanan berkembang, produktivitas nelayan meningkat, dan masyarakat pesisir semakin sejahtera,” ujar Bupati Pidie Jaya.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan keselamatan pelayaran harus diwujudkan melalui penerapan standar keselamatan dalam aktivitas sehari-hari, bukan sekadar melalui kegiatan sosialisasi atau kepemilikan dokumen kapal. Karena itu, nelayan diharapkan senantiasa memastikan kesiapan kapal, kelengkapan perlengkapan keselamatan, dan kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk berlayar.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya, Fajri, S.Pi., S.H., M.H., berharap penguatan pelayanan administrasi dan edukasi keselamatan pelayaran dapat mendorong nelayan semakin tertib dalam memenuhi persyaratan kapal, lebih terlindungi saat melaut, serta mampu menjaga keberlanjutan produktivitas sektor perikanan.

Melalui kegiatan Gerai E-Pas Kecil ini, KSOP Kelas IV Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas pendampingan administrasi kapal, dan memperkuat edukasi keselamatan pelayaran bagi masyarakat pesisir. Sinergi antara KSOP Malahayati, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, dan masyarakat nelayan diharapkan mampu membangun budaya keselamatan pelayaran sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

Bagi KSOP Kelas IV Malahayati, kemudahan pelayanan administrasi harus berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan pelayaran. Melalui digitalisasi layanan, pendampingan langsung, dan edukasi berkelanjutan, KSOP Malahayati terus berupaya mewujudkan pelayaran yang aman, tertib, dan selamat serta mendorong nelayan yang semakin patuh, terlindungi, dan produktif.[]

Berita Populer

Berita Terkait