AS Keluarkan Imbauan, Warganya Diminta Segera Tinggalkan Iran

JAKARTA – Kedutaan Besar Virtual Amerika Serikat (AS) di Iran mengeluarkan peringatan keamanan yang meminta warga negaranya untuk tidak bepergian ke Iran dan segera meninggalkan negara tersebut. Imbauan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Kedutaan Besar Virtual AS di Iran telah mengeluarkan peringatan keamanan yang mengimbau seluruh warga untuk tidak bepergian ke Iran dengan alasan apa pun dan agar segera meninggalkan negara tersebut,” demikian pernyataan Kedubes Virtual AS, seperti dilansir Al Jazeera, Senin (21/9/2026).

Dalam pernyataan yang dimuat di situs resminya, pemerintah AS juga meminta warga negaranya yang berada di kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan. Mereka diingatkan mengenai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, serta gangguan perjalanan.

Baca juga:  AS Setujui Penjualan 48 F-35 ke Arab Saudi, Nilainya Rp431 Triliun

Warga AS yang berada di Iran diminta segera meninggalkan negara tersebut, sementara mereka yang bepergian menuju atau dari kawasan Timur Tengah diimbau memantau perkembangan operasional bandara dan maskapai penerbangan.

Peringatan tersebut dikeluarkan ketika konflik di kawasan terus meningkat. Dalam beberapa hari terakhir, serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap wilayah dan infrastruktur Arab Saudi turut meningkatkan ketegangan regional. Pada 19 September, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat rudal balistik Houthi yang ditembakkan ke arah Riyadh.

Kedubes Virtual AS menyebut konflik militer di kawasan berpotensi meningkat dengan cepat. Pemerintah AS juga sebelumnya telah memperingatkan warganya di sejumlah negara Timur Tengah mengenai kondisi keamanan yang kompleks dan kemungkinan eskalasi yang tidak terduga.

Baca juga:  Juara MotoGP Austria, Acosta Kenang Momen Manis di Mandalika

Selain itu, fasilitas diplomatik AS, termasuk yang berada di luar kawasan Timur Tengah, disebut telah menjadi sasaran. Kedubes Virtual AS memperingatkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok yang mendukungnya dapat menargetkan kepentingan AS lainnya di luar negeri maupun lokasi yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan warga negaranya.

Peringatan tersebut mencakup kemungkinan ancaman terhadap perusahaan, institusi, serta fasilitas lain yang memiliki keterkaitan dengan AS di berbagai negara.

Situasi tersebut terjadi ketika ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat. Militer Iran pada 21 September menyatakan menerima informasi bahwa AS sedang mempersiapkan kemungkinan serangan baru terhadap Iran, sementara Washington menyatakan masih mempertimbangkan sejumlah opsi terkait konflik tersebut.[]

Berita Populer

Berita Terkait