SABANG – Memastikan sekolah tidak hanya semakin baik secara fisik, tetapi juga semakin nyaman bagi anak, menjadi perhatian Bunda PAUD Kota Sabang, Nuri Farisal, saat mengunjungi TK Pembina 1 di Jurong Bypass. Kunjungan tersebut sekaligus untuk meninjau progres revitalisasi dan memastikan pembenahan sekolah mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, dan menyenangkan bagi anak.
Dalam kunjungan tersebut, Nuri Farisal didampingi perwakilan Pokja Bunda PAUD, serta turut hadir Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang Mulkan, dan Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Juwita.
Selain berinteraksi dengan siswa, Bunda PAUD bersama Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sabang, Kabid PAUD, kepala sekolah dan dewan guru meninjau langsung progres revitalisasi yang sedang berlangsung. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan sekolah, termasuk sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.
“Revitalisasi ini tentu sangat kita apresiasi. Tapi yang paling penting, fasilitas yang diperbaiki ini nantinya benar-benar bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh anak-anak, sehingga mereka bisa belajar dan bermain dengan lebih nyaman,” kata Nuri, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, menciptakan lingkungan pendidikan yang baik tidak hanya bergantung pada kondisi fisik sekolah. Suasana yang dibangun oleh guru dan seluruh warga sekolah juga menjadi bagian penting agar anak merasa nyaman selama berada di lingkungan pendidikan.
TK Pembina 1 Kota Sabang menjadi salah satu satuan pendidikan jenjang PAUD yang mendapat Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Di Kota Sabang, program tersebut menyasar empat satuan pendidikan PAUD/TK, yakni TK Pembina 1, TK Negeri 5, TK Hang Tuah, dan KB An-Nur Berawang.
Revitalisasi TK Pembina 1 dengan nilai bantuan sebesar Rp319 juta telah dimulai sejak Juni 2026, dengan fokus pada rehabilitasi bagian sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Nuri berharap program tersebut dapat meningkatkan kondisi sarana pendidikan sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi anak serta mendukung proses pembelajaran.
“Yang kita harapkan, anak-anak datang ke sekolah dengan perasaan senang. Mereka merasa aman, nyaman, dan tidak takut untuk belajar maupun bermain. Jadi, sekolah yang ramah anak itu bukan hanya soal bangunan, tapi juga bagaimana suasana di dalamnya,” ujarnya.
Bunda PAUD berharap proses revitalisasi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi satuan pendidikan dan peserta didik. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dengan membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih dekat bersama satuan pendidikan.
“Kita dari Bunda PAUD tentu ingin terus hadir dan melihat langsung kondisi sekolah. Dengan begitu, kita bisa mendengar apa yang menjadi kebutuhan sekolah dan bersama-sama mencari solusi untuk mendukung anak-anak agar bisa belajar dan tumbuh dengan lebih baik,” tambahnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari Program RUBIAH (Kunjungan Rutin Bunda Mengedukasi Sekolah), salah satu upaya Bunda PAUD Kota Sabang untuk hadir lebih dekat dengan satuan pendidikan melalui kunjungan pembinaan secara berkala.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Bunda PAUD, sekolah, guru, dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.[]


