JAKARTA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa sudah saatnya mengakhiri perang Timur Tengah dengan Amerika Serikat karena Teheran kini berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan Washington.
Perundingan antara kedua musuh bebuyutan tersebut masih terhenti dan mengalami kebuntuan. Teheran tetap menutup sebagian Selat Hormuz dan Washington terus melakukan blokade balasan angkatan laut terhadap Iran.
“Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang karena kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat,” kata Pezeshkian dalam pertemuan dengan para dokter di Iran, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/8/2026).
“Seluruh dunia mengakui kemenangan kita dan menekankan bahwa Amerika telah menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur kita dengan melanggar semua peraturan dan dibenci di seluruh dunia,” imbuhnya.
Komentar tersebut muncul setelah Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS melakukan “terorisme ekonomi” dan “kejahatan terhadap kemanusiaan”. Ini disampaikan setelah Washington mengatakan akan meningkatkan sanksi-sanksi untuk menekan Teheran.
“Para pelaku dan penghasut sanksi ini pantas diadili dan dihukum karena melakukan kejahatan keji tersebut,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Iran.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengingatkan negara-negara sekutu AS dan juga China agar mendukung isolasi ekonomi yang bertujuan “menumbangkan” pemerintah Iran. Washington mengancam konsekuensi berat bagi negara-negara yang tidak mendukung langkah tersebut.
“Ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi paling besar dalam sejarah dunia. Dan kami mendatangi mereka dengan pesan: apakah Anda berada di pihak kami atau melawan kami?” kata Bessent dalam pesannya kepada sekutu-sekutu AS, seperti dilansir AFP dan TRT World, Jumat (21/8/2026).
Pesan itu disampaikan Bessent setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa negara mana pun yang memberikan “bantuan penyelamatan dalam bentuk apa pun” kepada Iran, akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang “SANGAT BERAT”.
Saat ditanya apakah AS akan secara khusus menekan China untuk mendukung isolasi ekonomi terhadap Iran, Bessent mengatakan bahwa “akan sangat menguntungkan” jika Beijing turut mendukung langkah ini.
“Kami meyakini semua pihak ingin Selat (Hormuz) tersebut dibuka kembali, dan harga energi kembali turun. Perlu diingat bahwa China memperoleh 50 persen pasokan energinya dari kawasan Teluk. Jadi, akan sangat menguntungkan bagi mereka jika turut mendukung langkah ini,” cetus Bessent.
Lebih lanjut, Menkeu AS ini menyerukan kepada negara-negara lainnya untuk mendukung langkah AS atau menghadapi konsekuensinya.
“Jadi, inilah saatnya bagi sekutu-sekutu kami dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan. Kita akan melumpuhkan perekonomian rezim pembunuh ini, yang akan membatasi kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuatan melalui proksi-proksi mereka,” tegas Bessent dalam pernyataannya.[]




