LEBAK – Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) Nusantara secara resmi ditutup di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (20/8/2026). Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh turut hadir mendampingi dan menjemput dua delegasi mahasiswanya yang telah menyelesaikan masa pengabdian selama lebih dari satu bulan.
Dua mahasiswa UIN Ar-Raniry yang berkesempatan mengikuti program pengabdian skala nasional tersebut adalah Huril Ainil Jinan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta Zaky Murtadha dari Fakultas Adab dan Humaniora (FAH).
Kedua mahasiswa ini lolos setelah melewati proses seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bekerja sama dengan seluruh fakultas di lingkungan UIN Ar-Raniry.
Program yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 20 Agustus 2026 ini mengusung tema “Merawat Ekologi, Menjaga Tradisi: Meneguhkan Iman, Melestarikan Alam”.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Ar-Raniry, Jarnawi, yang hadir langsung di lokasi penutupan menyampaikan bahwa sebelum acara seremonial berakhir, para peserta terlebih dahulu menggelar Ekspose Hasil Pengabdian.
Dalam penampilannya, para mahasiswa memadukan pertunjukan seni budaya seperti Tarian Kreasi Saman Aceh dan tarian Nusantara lainnya.
Selain itu, mereka memamerkan beragam produk inovasi berbasis kearifan lokal dan pelestarian lingkungan, di antaranya pembuatan pupuk organik, anti-nyamuk alami, briket jerami, pemadatan sampah, program penghijauan, perbaikan sarana pengajian swadaya masyarakat, hingga pembuatan website promosi ekowisata Desa Baduy di Kecamatan Leuwidamar.
“Inovasi yang ditampilkan ini membuktikan bahwa potensi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru apabila didukung inovasi, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, serta komitmen menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Jarnawi yang diterima media ini, Sabtu (22/8/2026).
Jarnawi juga menyampaikan harapannya agar para mahasiswa UIN Ar-Raniry dapat membawa pulang pengalaman berharga dan kepemimpinan yang telah diasah selama KKN Nusantara untuk diterapkan di lingkungan kampus maupun masyarakat Aceh.
“Kami berharap pengalaman serta wawasan pengabdian berbasis ekoteologi ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry untuk terus menjadi agen perubahan yang peduli pada pelestarian lingkungan dan tradisi di daerah asal masing-masing,” ungkapnya.
Kegiatan pengabdian selama kurang lebih 40 hari ini memberikan dampak langsung yang signifikan bagi masyarakat Leuwidamar. Selain mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi desa, kehadiran mahasiswa turut memperkuat kesadaran lingkungan warga melalui penerapan konsep ekoteologi—pendekatan yang memadukan nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab pelestarian alam.
Dampak nyata lainnya mencakup peningkatan kualitas sarana pengajian swadaya masyarakat, terbukanya akses promosi digital ekowisata Desa Baduy, serta optimalisasi pengelolaan sampah dan pupuk organik di kawasan tersebut.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Penelitian, Penerbitan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Diktis Kemenag RI, Nur Kafid, yang mewakili Menteri Agama RI, menegaskan bahwa KKN Nusantara tidak sekadar menjadi program rutin pengabdian mahasiswa, melainkan bagian dari desain besar pembangunan desa berkelanjutan.
“Leuwidamar menyimpan potensi besar dalam ekoteologi. Tradisi masyarakat yang berpadu dengan nilai-nilai keagamaan telah menjadi modal sosial untuk menjaga keseimbangan alam,” tegas Nur Kafid.
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama berkomitmen menjadikan ekoteologi sebagai tema unggulan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia agar terbentuk model desa ekoteologis yang berdaya dan mandiri.
Aksi Simbolis dan Bantuan Sosial
Rangkaian penutupan KKN Nusantara VI ini turut diwarnai dengan aksi simbolis pelestarian lingkungan. Panitia menyerahkan tempat sampah dan bibit pohon matoa secara simbolis kepada setiap perwakilan desa.
Di samping itu, para mahasiswa menyalurkan bantuan sosial ke salah satu madrasah di Kecamatan Leuwidamar serta mengakhiri kegiatan dengan pameran produk hasil pendampingan masyarakat.
Usai seluruh penutupan penugasan di Leuwidamar, para mahasiswa pada Minggu (21/8/2026) bergerak kembali menuju Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebelum bertolak menuju daerah asal dan perguruan tinggi masing-masing.[]




