Kesepakatan Selat Hormuz Terancam, Trump Ancam Bombardir Oman

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mewanti-wanti Oman untuk tidak mengganggu kesepakatan dengan Iran mengenai Selat Hormuz. Trump mengancam akan membombardir Oman jika hal itu terjadi.

Dilansir The Guardian, Selasa (18/8/2026), hal tersebut disampaikan Trump saat wawancara dengan Fox News. Trump mengancam akan membombardir Oman jika menghalangi kesepakatan dengan Iran mengenai Selat Hormuz.

“Jika Oman menghalangi, kita akan membombardir mereka habis-habisan, kata Trump.

Sementara itu, menurut unggahan jurnalis Fox News, Trey Yingst di X mengatakan Trump menyerukan agar Iran menyerah. Kata Yingst, Trump meminta Iran segera mengibarkan bendera putih.

HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI

“Iran harus mengibarkan bendera putih tanda menyerah,” katanya.
Trump Sesumbar Bakal Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS

Baca juga:  Hadiah Rp534 Juta Ditawarkan Iran untuk Tangkap atau Bunuh Tentara AS

Trump, dalam pernyataan sebelumnya, mengatakan bahwa dirinya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran dalam perang.

“Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” tegas Trump saat berbicara dalam kunjungan ke Akademi Kepolisian Nassau County yang baru di Garden City, New York, pada Jumat (14/8).

Presiden AS itu juga menegaskan bahwa blokade AS terhadap Selat Hormuz akan tetap diberlakukan, sembari menyatakan bahwa “tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya”.

Isu Selat Hormuz terus menjadi perdebatan dan perselisihan dalam konflik antara Iran dan AS, dengan upaya diplomasi membahas pembukaan kembali jalur perairan strategis itu gagal membuahkan hasil konkret.

Baca juga:  Rekor Baru UFC! Islam Makhachev Jadi Raja Kemenangan Beruntun

Para pejabat Iran telah berulang kali menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama AS terus melakukan intervensi di kawasan, terutama memberlakukan blokade laut. Teheran juga menuduh Washington gagal memenuhi ketentuan dalam nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara.

Trump sebelumnya mengklaim bahwa AS memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz dan meyakini akan dapat mempertahankan kendali tersebut. Namun juru bicara komando terpadu militer Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaqari, langsung membantah klaim Trump tersebut.

“Tidak ada satu pun kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran,” tegasnya.[]

Berita Populer

Berita Terkait