Rematik Autoimun Bisa Menyerang Organ, Kenali Gejalanya Sejak Dini

JAKARTA – Masyarakat kerap menganggap keluhan linu dan pegal pada persendian sebagai encok biasa akibat kelelahan sehari-hari. Akibatnya, rasa sakit tersebut sering dibiarkan atau hanya diredakan dengan obat bebas yang memberikan efek sementara. Padahal, nyeri sendi yang tidak kunjung mereda dapat menjadi tanda awal masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk rematik autoimun.

“Sudah menjadi kebiasaan kita, rematik ini sering disepelekan karena dianggap, ‘Oh, ya cuma rematik kok, enggak membahayakan nyawa,’” ungkap Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, di Kabupaten Tangerang, Rabu (12/8/2026).

Padahal, sejumlah penyakit rematik autoimun tidak hanya menyebabkan penderitanya kesulitan bergerak, tetapi juga dapat berkembang dan merusak organ vital apabila terlambat ditangani.

Rheumatoid Arthritis Bisa Memicu Komplikasi Jantung

Meski kerap dikenal sebagai penyakit yang menyerang tulang dan persendian, dampak Rheumatoid Arthritis (RA) dapat meluas hingga ke organ vital. Peradangan kronis yang tidak ditangani berpotensi memicu komplikasi, termasuk gangguan pada jantung.

HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI

“Sebenarnya lebih dalam lagi karena Rheumatoid Arthritis yang enggak diobati ini akan menimbulkan risiko terjadinya gangguan jantung nanti,” ujar dr. Sandra.

Peradangan kronis yang berlangsung terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko kematian dini pada penderita.

“Jadi dia akan mengalami kematian prematur karena kondisi inflamasi kronis yang tidak teratasi. Jadi sebenarnya kondisi ini cukup berbahaya,” imbuhnya.

Baca juga:  Usus Buntu Ramai Dibahas di Medsos, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Skleroderma Bisa Membuat Kulit Mengeras

Selain Rheumatoid Arthritis, keluhan nyeri atau linu pada persendian juga dapat menjadi bagian dari gejala penyakit autoimun lain, seperti skleroderma. Penyakit ini ditandai dengan perubahan pada kulit yang menjadi lebih keras dan kehilangan elastisitas.

“‘Sklero’ itu artinya keras, ‘derma’ artinya kulit. Jadi penyakit skleroderma ini awalnya juga bisa sakit sendi, tapi dia ada kulit keras,” jelas dr. Sandra.

Perubahan fisik pada penderita dapat terlihat dari perubahan warna kulit hingga munculnya bercak putih. Kulit di area yang terdampak menjadi kaku dan keras sehingga membatasi pergerakan.

“Kulitnya mengeras maka terjadi seperti ini, jadi kulitnya menjadi lebih hitam. Kalau dicubit, ini enggak bisa dicubit,” urainya.

Namun, dampak skleroderma tidak hanya berkaitan dengan perubahan pada kulit. Jika pengobatan terlambat, penyakit tersebut dapat menyerang berbagai organ tubuh, termasuk sistem pernapasan dan peredaran darah.

“Dan ternyata dia bisa menyerang organ-organ tubuh yang lain. Jadi bisa menyerang jantung, bisa menyerang paru,” ungkap dr. Sandra.

Sjogren Ditandai Mata dan Mulut Kering

Jenis penyakit autoimun lain yang dapat disertai keluhan nyeri sendi adalah Sjogren’s Syndrome. Penyakit ini terutama memengaruhi kelenjar yang berperan dalam menghasilkan kelembapan alami tubuh.

“Kalau yang ini gejalanya lain lagi. Jadi dia dominannya adalah mata kering dan mulut kering,” kata dr. Sandra.

Penderita biasanya mengalami mata dan mulut kering secara berkepanjangan, sementara nyeri sendi dapat muncul lebih dahulu.

Baca juga:  FTK UIN Ar-Raniry dan UIN Malang Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset

“Mata kering berkepanjangan, mulut kering, terus ada nyeri sendi. Hati-hati, jangan-jangan ini adalah suatu Sjogren’s Syndrome,” ujarnya.

Menurut dr. Sandra, keterbukaan pasien saat berkonsultasi dengan dokter sangat penting untuk membantu mendeteksi penyakit secara tepat sebelum terjadi kerusakan kelenjar yang lebih parah.

Psoriasis Bisa Berkembang Menjadi Radang Sendi

Rematik autoimun juga dapat berkaitan dengan psoriasis, yakni kelainan pada kulit yang ditandai dengan peradangan. Sebagian masyarakat belum mengetahui bahwa psoriasis juga dapat disertai peradangan pada persendian yang berpotensi menyebabkan kecacatan.

“Psoriasis itu kan kelainan kulit ya. Tapi ternyata sepertiga dari pasien psoriasis itu bisa bikin encok, bisa bikin radang sendi dan kita sebut sebagai Arthritis Psoriatik,” terang dr. Sandra.

Salah satu tanda klinis yang dapat dikenali adalah pembengkakan pada jari yang disertai peradangan dan kemerahan.

“Bisa juga nyeri di tulang belakang. Dan bisa timbul yang namanya Dactylitis. Jadi jarinya bengkak seperti sosis,” tutur dr. Sandra.

Selain menyebabkan perubahan pada bentuk jari, Arthritis Psoriatik juga dapat memicu nyeri pada tendon, termasuk tendon Achilles di bagian belakang tumit.

“Bisa terjadi nyeri pada tendon. Ini tendon Achilles, biasanya pada olahragawan ini terjadi, tapi Psoriatic Arthritis juga bisa seperti ini,” pungkas dr. Sandra.[]

Berita Populer

Berita Terkait