Mawardi Nur Dilantik sebagai Kepala BPMA di Jakarta

JAKARTA – Mawardi Nur resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di BPMA yang bertugas mengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Aceh.

Usai dilantik, Mawardi Nur menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan siap menjalankan tugas dengan penuh integritas serta membangun kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong kemajuan sektor migas Aceh.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Saya siap membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sektor hulu migas demi kemajuan Aceh,” ujar Mawardi dalam keterangan resmi.

Baca juga:  BPS Ungkap Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Angka Kemiskinan Masih Meningkat

Dalam kepemimpinannya, Mawardi menetapkan tiga agenda prioritas. Pertama, meningkatkan lifting minyak dan gas bumi sekaligus memastikan efisiensi biaya guna mengoptimalkan penerimaan negara maupun daerah.

Kedua, mempercepat pengembangan ekosistem sumur tua dan sumur masyarakat sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 agar menjadi sumber tambahan produksi migas di Aceh.

Ketiga, memperluas keterlibatan kontraktor lokal dan sumber daya manusia (SDM) Aceh dalam seluruh aktivitas hulu migas sehingga manfaat industri migas dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.

Sebelum dipercaya memimpin BPMA, Mawardi Nur menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda. Selama memimpin perusahaan daerah tersebut, ia mendorong transformasi tata kelola dan diversifikasi usaha ke berbagai sektor, seperti perdagangan kopi Aceh, industri baja ringan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, hingga perikanan.

Baca juga:  Pemerintah Aceh dan SBA Cari Solusi Kelangkaan Semen, Pasokan Ditambah

Menurut Mawardi, industri migas harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga lewat investasi, pemberdayaan pelaku usaha lokal, dan peningkatan kualitas SDM.

“Kami ingin memastikan industri migas tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh melalui investasi, pemberdayaan pelaku usaha lokal, dan peningkatan kualitas SDM,” katanya.[]

Berita Populer

Berita Terkait