Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Doa dan Zikir Kebangsaan di Monas

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Doa dan Zikir Kebangsaan sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara itu akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026), dan diperkirakan dihadiri sekitar 100 ribu orang.

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, doa dan zikir kebangsaan merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan bangsa sekaligus ikhtiar memohon perlindungan agar Indonesia terus mampu melangkah bersama mengisi kemerdekaan.

“Delapan puluh satu tahun membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang terus bergerak dan tetap berdiri kuat. Doa dan zikir kebangsaan ini sebagai rasa syukur kita, sekaligus memohon perlindungan untuk terus melangkah bersama mengisi kemerdekaan ini,” ujar Kamaruddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2026).

Menurut Kamaruddin, kemerdekaan adalah milik seluruh warga tanpa terkecuali. Karena itu, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur harus menjadi arah perjuangan bersama. Setiap langkah yang telah ditempuh menuju tujuan tersebut, lanjut Kamaruddin Amin, perlu disertai dengan doa.

Baca juga:  Jangan Salah Paham, Begini Aturan Dukcapil soal Pindah Rumah dan Perubahan KTP-KK

Menurut Kamaruddin, kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Karena itu, cita-cita mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur harus menjadi arah perjuangan bersama yang senantiasa disertai doa.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut akan diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, santri, mahasiswa, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan organisasi kemasyarakatan, hingga aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga.

“Kami berharap kegiatan ini juga dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia dari rumah masing-masing,” ujarnya.

Doa dan Zikir Kebangsaan juga akan diisi dengan doa lintas agama, penampilan paduan suara, serta pembacaan shalawat yang dipandu Habib Syekh.

“Jadi semua agama terlibat dalam acara ini. Ada pembacaan shalawat juga yang akan dipandu oleh Habib Syekh,” ujar Kamaruddin.

Baca juga:  Sekda Aceh Besar: Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Mereka

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad selaku Ketua Panitia mengatakan, seluruh rangkaian acara dirancang untuk mencerminkan wajah Indonesia yang rukun dalam keberagaman.

“Momentum ini menghadirkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Berbeda keyakinan dan tradisi, tetapi dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada bangsa dan negara,” ujar Rokhmad.

Menurutnya, doa perlu menjadi energi yang menggerakkan masyarakat untuk menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Doa harus menumbuhkan harapan, dan harapan harus diwujudkan melalui tindakan. Dari menjaga persaudaraan, membantu sesama, hingga menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Kemenag berharap kegiatan ini menjadi perjumpaan yang hangat bagi seluruh anak bangsa sekaligus memperkuat langkah bersama menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.[]

Berita Populer

Berita Terkait