Indonesia-Spanyol Perkuat Kerja Sama Kebudayaan dan Dukung Perlindungan Budaya Palestina

JAKARTA – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Spanyol, Ernest Urtasun, di Kantor Kementerian Kebudayaan Spanyol, Madrid.

Pertemuan yang berlangsung di sela-sela International Conference on the Reconstruction of Cultural Sector in Palestine tersebut membahas penguatan kerja sama kebudayaan Indonesia–Spanyol sekaligus dukungan terhadap pembentukan International Alliance for the Protection of Palestinian Culture sebagai upaya bersama melindungi identitas dan warisan budaya Palestina.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa UNESCO tengah mengembangkan sejumlah program untuk mendukung pelindungan kebudayaan Palestina.

Selain itu, Arab League Educational, Cultural and Scientific Organization (ALECSO) bersama Liga Arab juga menjalankan berbagai inisiatif guna menyinergikan upaya internasional dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Palestina.

Fadli Zon menyampaikan, apresiasi atas inisiatif Pemerintah Spanyol dalam memperkuat dukungan internasional terhadap pelindungan budaya Palestina. Menurutnya, pelestarian identitas budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga peradaban dan hak suatu bangsa.

“Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Namun bukan hanya karena faktor tersebut, dukungan terhadap perjuangan Palestina datang dari pemerintah, parlemen, dan masyarakat Indonesia secara luas,” tegas Fadli dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Selain membahas isu Palestina, kedua menteri juga mendiskusikan langkah-langkah penguatan kerja sama kebudayaan Indonesia–Spanyol. Fadli menilai pembaruan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di bidang kebudayaan penting dilakukan sebagai landasan bagi pengembangan berbagai program kerja sama, terutama di sektor perfilman.

Baca juga:  Mitchell Lee Baker Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Indonesia

“Indonesia dan Spanyol memiliki peluang besar untuk mengembangkan kerja sama budaya, khususnya di bidang industri film. Kami mengusulkan kemudahan skema koproduksi bagi sineas kedua negara. Selain itu, kita dapat mengembangkan skema matching fund atau dana padanan untuk mendukung para pembuat film,” ujar Fadli.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga memperkenalkan perkembangan industri perfilman Indonesia yang saat ini memproduksi lebih dari 250 film setiap tahun. Kapasitas tersebut dinilai menjadi modal yang kuat untuk mengembangkan produksi film bersama serta memperluas jejaring industri kreatif kedua negara.

Baca juga:  12 Dekan dan Direktur Sekolah Pascasarjana USK Resmi Dilantik, Ini Nama-namanya

Menanggapi usulan tersebut, Ernest Urtasun menyambut baik peluang penguatan kerja sama perfilman Indonesia–Spanyol. Ia mendukung kolaborasi antara lembaga perfilman kedua negara, pengembangan skema koproduksi, serta peningkatan partisipasi film Indonesia pada berbagai festival film internasional di Spanyol, termasuk Festival Film San Sebastián dan Festival Film Málaga.

“Kita perlu menjajaki peluang untuk mengundang film-film Indonesia agar berpartisipasi dalam festival tersebut. Sektor perfilman dapat menjadi salah satu bidang prioritas dalam kerja sama kedua negara,” ujar Urtasun.

Urtasun juga menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam mendukung pelindungan kebudayaan Palestina. Menurutnya, menjaga identitas budaya merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Palestina sebagai negara yang berdaulat.

“Kami memiliki komitmen kuat untuk mendukung Palestina. Bersama UNESCO, kami telah melakukan upaya besar untuk mendukung kebudayaan di Ukraina, dan kami meyakini bahwa upaya serupa juga perlu dilakukan untuk Palestina,” katanya.[]

Berita Populer

Berita Terkait