JAKARTA – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia resmi menuntaskan seluruh rangkaian operasional penerbangan haji 1447 H/2026 M setelah melayani sebanyak 102.705 jamaah dari 10 embarkasi di seluruh Indonesia.
Operasional haji ditutup dengan kedatangan penerbangan GA-1443 dari Madinah di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Rabu (1/7/2026) pukul 17.05 WITA. Penerbangan tersebut membawa 244 jamaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 43 Embarkasi Makassar.
Sepanjang fase pemulangan, Garuda Indonesia mencatat tingkat ketepatan waktu penerbangan (on-time performance/OTP) sebesar 90,3 persen. Secara keseluruhan, operasional keberangkatan dan kepulangan haji 1447 H/2026 M membukukan OTP kumulatif sebesar 94,3 persen.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan bahwa penyelesaian operasional haji tahun ini merepresentasikan komitmen Garuda Indonesia dalam menjalankan amanah negara melalui penyediaan layanan transportasi udara yang aman, andal, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah.

“Penyelenggaraan penerbangan haji bukan sekadar aktivitas operasional, melainkan amanah nasional yang mempertemukan aspek pelayanan publik, keselamatan penerbangan, dan tanggung jawab kemanusiaan. Kami bersyukur seluruh rangkaian operasional dapat diselesaikan dengan baik melalui kolaborasi erat bersama Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Perhubungan, regulator, otoritas kebandarudaraan, serta seluruh mitra operasional yang memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah,” ujar Glenny dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).
Menurut Glenny, capaian ketepatan waktu penerbangan juga mencerminkan hasil positif dari upaya transformasi perusahaan dalam memperkuat kesiapan armada, efektivitas koordinasi operasional, serta konsistensi kualitas layanan
“Capaian ini menjadi salah satu indikator positif bahwa penguatan fundamental operasional yang terus kami jalankan mulai memberikan hasil. Namun demikian, transformasi merupakan proses yang berkelanjutan. Karena itu, berbagai evaluasi dan pembelajaran dari operasional haji tahun ini akan terus kami tindaklanjuti untuk memperkuat keandalan operasi dan kualitas layanan Garuda Indonesia secara menyeluruh,” jelas Glenny.
Ia menambahkan, keberhasilan operasional haji tidak hanya diukur dari capaian ketepatan waktu penerbangan, tetapi juga dari kemampuan seluruh ekosistem layanan dalam menjaga kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi jamaah, khususnya kelompok lanjut usia dan jamaah yang membutuhkan pendampingan khusus, sejak keberangkatan dari Tanah Air hingga kembali kepada keluarga.
“Kami meyakini setiap jamaah berhak mendapatkan perjalanan ibadah yang aman, nyaman, dan bermartabat. Berbagai masukan dan pengalaman selama penyelenggaraan haji tahun ini akan menjadi landasan penting untuk menyempurnakan layanan pada musim haji berikutnya agar semakin adaptif terhadap kebutuhan jamaah Indonesia,” tambahnya.
Pada hari terakhir fase pemulangan, 30 Juni 2026, Garuda Indonesia mengoperasikan penerbangan untuk Kloter 41, 42, dan 43 Embarkasi Makassar serta Kloter 19 Embarkasi Banjarmasin.
Fase kepulangan berlangsung sejak 1 Juni 2026, diawali dengan penerbangan dari Jeddah hingga 15 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dari Madinah pada periode 16–30 Juni 2026.
Selain itu, Glenny menegaskan, Garuda Indonesia akan terus memperkuat kapabilitas operasional dan kualitas layanan guna mendukung penyelenggaraan ibadah haji Indonesia pada masa mendatang.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Garuda Indonesia harus terus kami jawab melalui profesionalisme, kolaborasi, serta semangat melayani sepenuh hati. Kami akan terus memperkuat kapabilitas operasional dan kualitas layanan agar amanah nasional ini dapat dijalankan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari momentum penguatan kinerja perusahaan dan memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia pada masa mendatang,” tutup Glenny.[]



